Penumpang Tak Tahu, Kapal Pesiar Berlayar Sambil Bawa Jenazah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar SuperStar Aquarius yang menyimpan jenazah sepanjang perjalanan pesiarnya pada Maret 2019 lalu. Sumber: AsiaWire / Ting Shu-hui/mirror.co.uk

    Kapal pesiar SuperStar Aquarius yang menyimpan jenazah sepanjang perjalanan pesiarnya pada Maret 2019 lalu. Sumber: AsiaWire / Ting Shu-hui/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 1.500 penumpang kapal pesiar SuperStar Aquarius tak menyadari telah pelesiran selama empat hari dengan satu jenazah dalam kapal itu. Jenazah disimpan dalam sebuah peti es dan diletakkan di bawah dek kapal setelah diawetkan.

    Dikutip dari mirror.co.uk, Jumat, 5 April 2019, jenazah itu diketahui bernama Wu Chih-huang, 43 tahun, salah satu petugas di kapal pesiar SuperStar Aquarius, yang dioperasikan dari Hong Kong. Kapal meninggalkan pelabuhan Keelung, Taiwan pada 31 Maret 2019 pukul 5 sore waktu setempat dengan rute mengajak para penumpangnya berlayar melihat-lihat kota Miyakojima dan Naha di Jepang dari laut lalu kembali lagi ke pelabuhan Keelung.

    Namun beberapa jam setelah bertolak dari pelabuhan Keelung, Wu mengalami muntah-muntah dan mengeluh nyeri di bagian dada. Dia lalu dilarikan ke kamar pemeriksaan kesehatan di kapal itu dan dinyatakan meninggal pada pukul 2 dini hari. Dia diduga meninggal karena serangan jantung.

    Tak ada satu pun dari 1.500 penumpang yang mengetahui kematian Wu di dalam kapal itu. Jasad Wu masukkan ke dalam sebuah peti es dan diletakkan di bawah dek kapal setelah diawetkan.

    "Kami segera menginformasikan tim penjaga pantai Taiwan atas peristiwa ini dan memberitahu pula keluarga Wu," tulis SuperStar Aquarius dalam keterangannya.

    Baca: Malaysia Jual Murah Kapal Pesiar Mewah Equanimity, Berminat?

    Wu Chih-huang, 43 tahun, salah satu petugas di kapal pesiar SuperStar Aquarius. Sumber: AsiaWire / Ting Shu-hui/mirror.co.uk

    Baca: Ke Dubai Naik Kapal Pesiar? Ini Dia 8 Pelayarannya

    Namun adik Wu mengklaim mereka mengetahui kematian Wu dari pasukan penjaga pantai Taiwan. Tidak ada staf dari SuperStar Aquarius yang menghubungi mereka hingga kapal kembali ke Pelabuhan Keelung pada 3 April 2019 pukul 4 sore dan keluarga diminta mengambil jenazah Wu.

    Tidak ada permohonan maaf karena terlambat memberi tahu saat kematian terjadi atau ucapan belasungkawa dari kapal pesiar tersebut. Jasad Wu diserahkan pada otoritas distrik Keelung, yang juga berkomitmen akan melakukan sebuah investigasi.

    Dalam setiap kapal pesiar terdapat kantung jenazah dan kamar mayat yang disediakan untuk berjaga-jaga jika terjadi hal yang tak diinginkan. Namun dalam kapal pesiar SuperStar Aquarius, fasilitas darurat itu berada di sebuah dapur, termasuk peti pendingin untuk menyimpan mayat.

    Kapal pesiar SuperStar Aquarius dibuat pada 1993. Masih belum diketahui apakah kapal pesiar itu juga di investigasi untuk sebuah potensi kesalahan yang dilakukan dalam kasus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.