Pesta Pernikahan Ini Porak-poranda karena Badai

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badai tropis menerbangkan dan menghancurkan dekorasi pernikahan bernilai ribuan bath. Sumber: Newsflare/mirror.co.uk

    Badai tropis menerbangkan dan menghancurkan dekorasi pernikahan bernilai ribuan bath. Sumber: Newsflare/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan pengantin baru dari Thailand Wilasinee Inkham, 28 tahun, dan suaminya Rungthiwa Nuerna, 34 tahun, tak pernah menyangka pesta pernikahan yang digelar sekali seumur hidup bakal di koyak oleh sebuah badai tropis.

    Dikutip dari mirror.co.uk, Kamis, 4 April 2019, pernikahan Inkham dan Nuerna bertema pesta kebun yang dilakukan di luar gedung. Resepsi pernikahan yang sudah dirancang selama satu tahun itu, porak-poranda beberapa jam sebelum para tamu undangan berdatangan. Badai tropis menerbangkan dan menghancurkan dekorasi pernikahan bernilai ribuan bath.

    Baca: 6 Hal yang Mesti Dipahami Perempuan Saat Sudah Menikah

    Badai tropis menerbangkan dan menghancurkan dekorasi pernikahan bernilai ribuan bath.Sumber: Newsflare/mirror.co.uk

    Baca: Ibu Kota India Mau Batasi Pernikahan Mewah, Kenapa?

    Badai tropis ini terjadi secara tak terduga di Sisaket, wilayah perairan timur Thailand yang menjadi tempat bagi pasangan Inkham dan Nuerna mengikat janji suci sehidup-semati. Rekaman sebuah video memperlihatkan orang-orang berusaha menyelamatkan dekorasi agar tidak berjatuhan.

    Badai tropis yang menghancurkan resepsi pernikahan Inkham dan Nuerna berupa hujan lebat dan angin kencang. Kondisi ini membuat pasangan sejoli ini tak punya pilihan lain selain membatalkan pesta pernikahan mereka. Perencana Pernikahan Inkham dan Nuerna, KruGift Somsri, untungnya berkomitmen tak mau mengecewakan pasangan pengantin baru ini.

    Tim KruGift Somsri menunggu dua jam hingga badai berlalu. Mereka lalu mulai membersihkan dekorasi pernikahan yang terserak dan menyusun ulang area pernikahan. Inkham dan Nuerna pun gembira dengan upaya perencana pernikahan mereka yang memperbaiki dekorasi menjadi seperti semula. Pernikahan Inkham dan Nuerna yang bertema pesta kebun akhir digelar pada hari yang sama, namun di malam hari.

    Mempelai laki-laki mengaku tak menyangka pesta pernikahannya tetap digelar berkat upaya dan kerja keras tim perencana pernikahan, padahal dia sudah pesimis resepsi akan ditunda karena tak banyak waktu untuk memperbaiki kekacauan. Kendati tidak sesempurna rencana yang sudah dirancang, namun pesta pernikahan kedua tetap berkesan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.