Sidang Penembakan di Selandia Baru, Media Hanya Boleh Mencatat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa teroris penembakan dua masjid di Christchurch diadili pada Sabtu, di pengadilan distrik Christchurch, Selandia Baru.[REUTERS]

    Terdakwa teroris penembakan dua masjid di Christchurch diadili pada Sabtu, di pengadilan distrik Christchurch, Selandia Baru.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana persidangan kedua Brenton Harrison Tarrant, 28 tahun, terduga pelaku penembakan dua masjid du kota Christchurch, Selandia Baru, menarik perhatian media dan masyarakat luas. Persidangan kemungkinan digelar pada Jumat pagi, 5 April 2019 waktu setempat di pengadilan tinggi.

    Dikutip dari nzherald.co.nz, Kamis, 4 April 2019, Pengadilan Tinggi Selandia Baru menerima 12 surat permohonan dari media-media dan sejumlah organisasi asing di Selandia Baru dan dari luar negara itu agar diizinkan meliput sidang Tarrant, mengambil foto atau merekam secara audio jalannya persidangan. Namun Hakim Cameron Mander menolak seluruh permohonan itu.

    Mander mengatakan penolakan ini ditujukan untuk menjaga integritas proses persidangan dan memastikan persidangan berjalan adil. Para wartawan hanya diperbolehkan berada di dalam persidangan untuk mencatat, sedangkan untuk media televisi dan cetak hanya boleh menggunakan foto terduga pelaku saat di persidangan pertama pada 16 Maret 2019.

    Baca: Pelaku Penembakan di Selandia Baru Dimunculkan di Sidang Kedua

    Sekitar 15 ribu warga berduka dan berkumpul di lapangan Hagley Park pasca serangan teror di Selandia Baru . Catchnews

    Baca: Lembaga Intelijen Global Investigasi Teror di Selandia Baru

    Saat ini, terduga pelaku menghadapi 50 tuntutan pembunuhan dan 39 upaya percobaan pembunuhan. Dakwaan baru terhadap terduga pelaku kemungkinan akan dibacakan dalam persidangan Jumat, 5 April 2019.

    Sidang sesi dengar pada Jumat nanti, ditujukan untuk menentukan status hukum tuduhan terhadap Tarrant dan mendengarkan informasi tambahan. Media di Selandia Baru mewartakan Tarrant akan berbicara di pengadilan. Sidang tersebut sebagian besar kemungkinan akan bersifat prosedural, dengan waktu dan tanggal persidangan berikutnya yang akan ditentukan oleh hakim.

    Tarrant saat ini berada dalam penahanan dengan keamanan maksimum di penjara Paremoremo, Auckland, Selandia Baru. Dalam persidangan Jumat, 5 April 2019, dia akan dihadirkan lewat layar video conference dengan posisi Tarrant tetap berada dalam bilik penjara. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.