Asia dan Negara Muslim Diminta Tak Bungkam terhadap Brunei

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah yang berkunjung ke Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 3 Mei 2018. Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung peralatan tempur buatan dalam negeri karena Brunei tertarik untuk membeli kendaraan tempur dan persenjataan, serta menyaksikan keterampilan personil TNI. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah yang berkunjung ke Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 3 Mei 2018. Kunjungan tersebut untuk melihat secara langsung peralatan tempur buatan dalam negeri karena Brunei tertarik untuk membeli kendaraan tempur dan persenjataan, serta menyaksikan keterampilan personil TNI. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pemimpin Asia dan ASEAN bungkam menyikapi Brunei Darussalam memberlakukan Undang-Undang Syariah yang dinilai melanggar prinsip dasar HAM dan barbar.

    PBB, sejumlah negara, komunitas masyarakat internasional hingga selebritas dunia telah mengecam Brunei dan UU Syariah.

    Baca: PBB Sebut UU Syariah Brunei Langgar Prinsip Dasar HAM

    Menurut pendiri kelompok HAM The Brunei Project, Matthew Woolfe, sangat tidak mungkin Brunei mundur sekarang, tetapi tekanan diplomatik negara-negara Asia akan dapat membantu memastikan undang-undang itu tidak diterapkan sepenuhnya.

    "Kami ingin melihat lebih banyak pemerintah Asia keluar dan berbicara mengenai hal ini. Mereka telah teramat diam," kata Woolfe, seperti dikutip dari Asia One, Selasa, 2 April 2019.


    Baca: Human Rights Watch Sebut Hukum Pidana Brunei Barbar

    Adapun anggota ASEAN tidak memberikan tanggapan karena memilik prinsip tidak ikut campur urusan dalam negeri anggotanya.

    Koordinator proyek OutRight Action International di Manila, Filipina, Ging Cristobal mendesak negara-negara Muslim di Asia untuk menekan Brunei.

    "Pada kenyataannya, Brunei tidak akan menyerah pada tekanan dari negara-negara yang bukan mayoritas Muslim," kata Cristobal.

    Sejak kemarin, 3 April 2019, Brunei Darussalam memberlakukan UU Syariah yang antara lain menghukum mati dengan melempari batu dan cambukan terhadap gay, pezinah dan pemerkosa.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.