Raja Salman Menolak Perubahan Status Dataran Tinggi Golan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, berkunjung menemui Raja Salman dari Arab Saudi di ibu kota Riyadh pada 16 Oktober 2018. Reuters

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, berkunjung menemui Raja Salman dari Arab Saudi di ibu kota Riyadh pada 16 Oktober 2018. Reuters

    TEMPO.COTunis – Raja Salman dari Arab Saudi mengatakan  menolak penuh setiap langkah yang bisa mengubah kedaulatan di Dataran Tinggi Golan.

    Baca:

     

    Raja Salman mengatakan ini dalam pertemuan puncak Liga Arab di Tunis, Tunisia, pada Ahad, 31 Maret 2019.

    “Raja Salman juga menegaskan posisi Arab Saudi mendukung pendirian negara Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dan ibu kotanya Yerusalem Timur,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 31 Maret 2019.

    Baca:

     

    Pernyataan ini untuk menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengatakan Dataran Tinggi Golan sebagai milik Israel pada pekan lalu. Pernyataan Trump ini muncul empat bulan setelah dia menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    Baca:

     

    Presiden Tunisia, Beiji Caid Essebsi, mengatakan KTT Liga Arab ini mengirim pesan yang jelas bagi pendirian negara Palestina.

    “Kekuatan regional dan internasional harus membuat kesepakatan yang adil dan komprehensif yang memasukkan hak-hak bangsa Palestina serta pendirian negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya,” kata Essebsi.

    Baca:

     

    Media Haaretz melansir Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil, mengatakan negara anggota Liga Arab bakal menyatakan langkah AS tadi sebagai pelanggaran terhadap piagam PBB yang menolak penguasaan wilayah lewat cara kekerasan.

    Liga juga bakal menyatakan dukungan kepada Suriah untuk mengambil kembali Dataran Tinggi Golan, dan hak Lebanon untuk menguasai pertanian Shebaab, yang berada di ujung Dataran Tinggi Golan dan dikuasai Israel saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.