Rusia Buka Pusat Pelatihan Penerbangan Helikopter di Venezuela

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter militer MI-28N dari tim aerobatic Berkuts (Golden Eagles) tampil dalam acara peringatan ulang tahun ke-75 Angkatan Udara di St. Petersburg, Rusia, 4 Juni 2017. AP/Dmitri Lovetsky

    Helikopter militer MI-28N dari tim aerobatic Berkuts (Golden Eagles) tampil dalam acara peringatan ulang tahun ke-75 Angkatan Udara di St. Petersburg, Rusia, 4 Juni 2017. AP/Dmitri Lovetsky

    TEMPO.COMoskow – Pemerintah Rusia membuka pusat pelatihan penerbangan helikopter militer di Venezuela.

    Baca:

     

    Ini dilakukan untuk membantu pilot Venezuela berlatih menerbangkan helikopter jenis Mi buatan Rusia, yang merupakan bagian dari ekspor senjata ke negara sosialis itu.

    “Sebuah pusat pelatihan moderen penerbangan helikopter dibangun berdasarkan kontrak antara JSC Rosoboronexport dan perusahaan pertahanan Venezuela yaitu CAVIM,” begitu pernyataan dari perusahaan Rusia Rosoboronexport seperti dilansir Sputnik News pada 29 Maret 2019.

    Baca:

     

    Pusat pelatihan ini mampu melatih para pilot secara komprehensif untuk menerbangkan beberapa jenis helikopter canggih yaitu Mi-17V-5, Mi-35M dan Mi-26T. Meski ini sebuah simulasi namun pilot akan merasakan kemiripan yang nyaris sama dengan realita.

    Menurut manajemen Rosoboronexport, Rusia berkomitmen mengembangkan kerja sama pengembangan industri pertahanan dengan Venezuela. Ini termasuk berbagai bentuk pelatihan dan perawatan peralatan yang dijual.

    Baca:

     

    Rosoboronexport merupakan perusahaan milik negara yang mengekspor berbagai peralatan militer Rusia dan termasuk salah satu eksportir terbesar.

    Hubungan militer Rusia dan Venezuela semakin dekat pada Sabtu pekan lalu saat sekitar 100 tentara angkatan darat negara itu mendarat di Caracas. Rusia menyebut para tentara sebagai spesialis yang membantu Venezuela dalam meningkatkan kapasitasnya.

    Namun, pemerintah Amerika Serikat menuding kedatangan pasukan Rusia itu untuk membantu Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang mendapat desakan agar mundur dari tokoh oposisi Juan Guaido dukungan AS. Presiden Donald Trump mendesak Rusia segera keluar dari Venezuela karena meningkatkan eskalasi ketegangan di kawasan Amerika Latin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.