Paus Fransiskus Teken RUU Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus menyentuh kepala seorang anak yang menangis dalam misa terbuka di Stadion Zayed Sports City di Abu Dhabi, UEA, Selasa, 5 Februari 2019. UEA mengundang Paus sebagai bagian dari

    Paus Fransiskus menyentuh kepala seorang anak yang menangis dalam misa terbuka di Stadion Zayed Sports City di Abu Dhabi, UEA, Selasa, 5 Februari 2019. UEA mengundang Paus sebagai bagian dari "Tahun Toleransi" 2019. Vatican Media/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Gereja Katolik sejagat, Paus Fransiskus menandatangani draf undang-undang yang mewajibkan  para imam senior dan Kedutaan Vatikan di seluruh dunia untuk melaporkan setiap dugaan pelecehan seksual yang dialami anak-anak. Gagal melaporkan, maka hukumannya berupa pemecatan, denda, dan penjara.

    Undang-undang ini juga memberikan bantuan bagi korban dan keluarga korban. Juga memberikan perlindungan terhadap orang dewasa yang rentan.

    Baca: 7 Kasus Pelecehan Seksual Terbesar Gereja Katolik

    Mengutip Reuters, Jumat, 29 Maret 2019, undang-undang ini merupakan yang pertama kali mengatur secara detil dan utuh tentang kebijakan perlindungan anak-anak oleh Vatikan dan seluruh kedutaannya serta universitas yang berada di luar Vatikan.

    Undang-undang ini juga menentukan prosedur untuk melaporkan dugaan kejahatan, mewajibkan lebih ketat menyaring calon karyawan, dan menetapkan pedoman secara ketat mengatur interaksi orang dewasa dengan anak-anak dan penggunana media sosial.


    Baca: Paus Fransiskus Minta Pelaku Pelecehan Seksual Menyerahkan Diri

    "Undang-undang yang membuat bahkan seorang anak lebih aman seharusnya disambut," kata Anne Barrett Doyle, organisasi yang menjejaki kejahatan para imam gereja di Amerika Serikat dengan situsnya, BishopAccountability.org.

    Menurutnya, Paus Fransiskus telah sangat berani melakukan reformasi dengan melakukan perubahan secara universal Hukum Gereja.


    Baca: Paus Fransiskus Tiba di Irlandia, Bertemu Korban Pelecehan Seks

    Kredibilitas Gereja Katolik telah ternoda di berbagai belahan dunia oleh karena skandal pelecehan seksual anak di Irlandia, Cili, Australia, Prancis, Amerika Serikat, Polandia, Jerman, dan negara lainnya.

    Paus Fransiskus mengundang para imam senior di seluruh dunia  untuk bertemu di Vatikan pada Februari lalu guna membuat strategi mengakhiri pelecehan seksual anak. Sejumlah korban mengatakan pertemuan itu hanya mengulangi janji-janji sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.