300 Pejuang Hamas Dilatih di Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kota Gaza: Seorang komandan senior Brigade Izzudin al-Qassam membenarkan bahwa saat ini terdapat 150 pejuang Hamas yang berlatih di markas Garda Revolusi Iran."Kami telah mengirim tujuh regu pejuang kami ke Iran untuk meningkatkan kemampuan bertempur kami," kata lelaki 29 tahun yang enggan disebut namanya. Ia hanya mengatakan dirinya adalah salah satu sasaran utama pasukan Israel. Apa yang dilontarkan komandan Brigade Al-Qassam ini membenarkan tudingan Direktur Shin Beth (dinas rahasia dalam negeri Israel) bahwa Iran melatih pasukan Hamas. Menurut sang komandan, anak buahnya berlatih soal taktik dan menggunakan senjata canggih. Mereka juga belajar membuat bom yang berdaya ledak tinggi dengan memanfaatkan bahan-bahan ayang ada di sekitarnya. Lama pelatihan antara 45 hari sampai enam bulan. Jika ada pejuang Hamas yang berbakat masa latihan bisa diperpanjang. Jika ada yang tak kuat, mereka akan dimasukkan ke unit penelitian Hamas. Sang komandan menuturkan, aturan di markas Garda Revolusi Iran sangat ketat. Para pejuang Hamas hanya boleh keluar sekali dalam sepekan. Jika keluar harus dalam rombongan dan dikawal tentara Garda. Ia menambahkan, saat ini sudah ada 150 tentara Hamas yang pulang berlatih dari Iran dan 650 lainnya kembali dari pelatihan di Suriah. Lulusan dari Iranlah yang melatioh rekan-rekan mereka di Suriah, di mana saat ini ada 62 serdadu Hamas. "Mereka pulang dengan kemampuan lebih yang kami butuhkan," kata sang komandan. Ia mencontohkan lulusan Iran dan Suriah itu memeiliki pengetahuan luas soal bahan-bahan pembuat bom dan roket, menembak sasaran dari jarak jauh, dan kemampuan seperti yang dimiliki pejuang Hizbullah. Yakni keluar dari terowongan di belakang prajurit Israel. Sang komandan mengakui pengiriman tentara Hamas ke Iran dan Suriah sudah dimulai sejak Israel mundur dari Jalur Gaza pada 2000. Mereka pergi ke sana lewat Mesir dan sama sekali tidak melewati imigrasi dengan alasan keamanan. Times/Faisal Assegaf

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.