Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Fakta Soal Serangan Teror di Selandia Baru

Reporter

Editor

Budi Riza

image-gnews
Pelaku serangan teror di Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant, 28 tahun, menggunakan senapan semiotomatis untuk menembaki jamaah dua masjid di Kota Christchurch pada Jumat, 15 Maret 2019. 50 orang tewan dan 48 orang terluka. Heavy
Pelaku serangan teror di Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant, 28 tahun, menggunakan senapan semiotomatis untuk menembaki jamaah dua masjid di Kota Christchurch pada Jumat, 15 Maret 2019. 50 orang tewan dan 48 orang terluka. Heavy
Iklan

TEMPO.COChristchurch – Serangan teror di Selandia Baru, yang menyasar jamaah salat Jumat di dua masjid di Kota Christchurch mengejutkan banyak kalangan.

Baca:

Gedung Opera Sydney Berduka pasca Teror di Selandia Baru

 

Selama ini, Selandia Baru dikenal sebagai negara dengan situasi keamanan yang relatif stabil dan jauh dari aksi kekerasan keji seperti ini.

Perdana Menteri, Jacinda Ardern, mengecam keras serangan teror yang merenggut warga sipil tak bersalah.

“Ini menjadi hari paling hitam dalam sejarah,” kata Ardern dalam jumap pers pada Sabtu, 16 Maret 2019.

Baca:

Warga Kota Christchurch Selamatkan Korban Teror di Selandia Baru

Berikut ini 5 fakta yang terungkap mengenai aksi penembakan di Selandia Baru ini disarikan dari media Reuters, News, dan SMH:

  1. Pelaku

Pelaku bernama Brenton Harrison Tarrant, 28 tahun, asal Kota Gafton, New South Wales, Australia. Dia pindah ke Dunedin, Selandia Baru, sekitar dua – tiga tahun lalu. Berasal dari kelas pekerja, Tarrant mengaku anak dari keluarga berekonomi dan pendidikan rendah. Dia menggunakan simbol kelompok supremasi kulit putih di akun jejaring sosialnya. 

Baca:

Korban Penembakan di Selandia Baru Jalani Operasi Berulang

 Yama Nabi menunjukkan foto ayahnya Haji Daoud, yang tewas dalam penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru.[bdnews24.com]

  1. Korban

Korban adalah warga Selandia Baru yang sedang melaksanakan salat Jumat di masjid Al Noor dan masjid Linwood di Kota Christchurch, yang terletak di pantai timur negara itu.

50 orang tewas termasuk seorang warga negara Indonesia bernama Lilik Abdul Hamid, yang merupakan insinyur kapal terbang, dan telah bekerja selama 18 tahun di sana. Korban tewas baik lelaki dan perempuan termasuk anak-anak. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ada korban luka sebanyak 48 orang, yang mayoritas mengalami luka tembak baik di punggung, tangan dan kaki. Korban tewas dan luka berasal dari Indonesia, Pakistan, Malaysia, India, Afganistan dan Somalia.

  1. Senjata

Pelaku mengendarai mobil station wagon warna putih saat menjalan aksinya. Pertama, dia mendatangi masjid Al Noor yang terletak di Dean Ave. Dia membawa lima senjata termasuk dua senapan semi otomatis dan dua shotgun, yang telah dimodifikasi. Dia juga membawa bom rakitan di dalam masjid.

 Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern memeluk seorang wanita Muslim saat bertemu dengan perwakilan komunitas Muslim di Christchurch, Selandia Baru, 16 Maret 2019. Tampil dengan berkerudung, Jacinda memberikan dukungannya kepada keluarga korban penembakan di dua masjid di Kota Christchurch yang menewaskan 49 orang. Foto: 9News

Baca:

PM Selandia Baru Dapat Email dari Teroris Sebelum Beraksi

Dia menembaki jamaah salat Jumat pada pukul 13.40 waktu setempat dan menewaskan 41 orang. Dia lalu menuju masjid Lindwood, yang berjarak sekitar 7 menit dari lokasi pertama. Di sini, Tarrant menembak mati 7 orang jamaah. Jumlah korban sedikit karena ada perlawanan dari salah satu jamaah yang membuat Tarrant melarikan diri dengan mobilnya.

Selama melakukan aksi teror itu, Tarrant menyiarkan secara langsung atau live streaming penembakan yang dilakukannya menggunakan kamera GoPro, yang dipasang di keningnya, yang terkoneksi dengan akun Facebook miliknya.

4 Manifesto

Pelaku, yang pernah menjadi pelatih kebugaran di kota kelahirannya, mengaku tidak suka dengan kedatangan imigran dan orang Islam. Dia mlihat imigran sebagai pelaku invasi di wilayah negara Eropa.

“Untuk menunjukkan kepada pelaku invasi bahwa tanah kita tidak akan pernah menjadi tanah mereka. Dan tanah air kita adalah milik kita dan selama orang kulit putih masih hidup, mereka tidak akan pernah bisa menaklukkan tanah kita dan mereka tidak akan pernah menggantikan bangsa kita,” begitu salah satu pernyataan Tarrant dalam manifesto 73 halaman yang diunggah di Facebook seperti dilansir News pada Jumat, 15 Maret 2019.

Baca:

Tarrant juga menuliskan nama-nama pelaku serangan masjid Quebec, Kanada, dan serangan imigran di Italia pada tubuh senapan yang digunakannya. Dia mengaku telah merencanakan serangan ini selama dua tahun dan sengaja memilih lokasi Kota Christchurch sekitar tiga bulan lalu.

5  Pengadilan

Pelaku menjalani sidang perdana singkat pada Sabtu, 16 Maret 2019. Dia dikenai dakwaan pembunuhan dan kemungkinan bakal dikenai dakwaan tambahan dengan ancaman seumur hidup. Tarrant sempat tersenyum kepada awak media, yang meliput di dalam ruang sidang. Pelaku teror di Selandia Baru ini bakal menjalani persidangan lagi pada 5 April 2019.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sindikat Australia Rekrut Remaja dari Indonesia Jadi PSK, Seperti Apa Modusnya?

8 jam lalu

Ilustrasi TPPO. Shutterstock
Sindikat Australia Rekrut Remaja dari Indonesia Jadi PSK, Seperti Apa Modusnya?

Kelompok sindikat di Australia merekrut remaja putri dari Indonesia untuk dijadikan pelacur. Seperti apa modusnya?


Jual 50 WNI Untuk Dijadikan PSK ke Australia, Tersangka Dapat Keuntungan Rp 500 juta

9 jam lalu

Konferensi pers Bareskrim bersama Australian Federal Police (AFP), ungkap kasus TPPO modus WNI dijadikan pekerja seks di Sydney. Selasa, 23 Juli 2024. Jihan Ristiyanti
Jual 50 WNI Untuk Dijadikan PSK ke Australia, Tersangka Dapat Keuntungan Rp 500 juta

Polisi menyatakan tersangka penjual 50 WNI untuk dijadikan PSK di Australia mendapatkan keuntungan Rp 500 juta.


Bareskrim Ungkap 50 WNI Dijadikan Pekerja Seks di Sydney

1 hari lalu

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Djuhandani Rahardjo Puro memberikan keterangan saat pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 4 April 2023. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Bareskrim Ungkap 50 WNI Dijadikan Pekerja Seks di Sydney

Menurut Bareskrim, pelaku tidak memakai modus penipuan lowongan pekerjaan lantaran sedari awal para korban tahu akan menjadi pekerja seks di Sydney.


Duta Besar Zuhairi Ajak Kader NU Belajar dari Ulama Tunisia

2 hari lalu

Umat muslim tiba di Masjid Zitouna untuk merayakan Maulid Nabi, di Tunis, Tunisia, Senin (13/1). REUTERS/Anis Mili
Duta Besar Zuhairi Ajak Kader NU Belajar dari Ulama Tunisia

Duta Besar mengingatkan menjadi ulama dan cendekiawan membutuhkan penempaan dan pembelajaran yang serius.


Australia Peringatkan Adanya Situs Berbahaya setelah Pemadaman Internet Global

4 hari lalu

Mesin kasir menunjukkan layar biru di sebuah toko kelontong yang terkena dampak pemadaman dunia maya di Sydney, Australia 19 Juli 2024. REUTERS/Stella Qiu
Australia Peringatkan Adanya Situs Berbahaya setelah Pemadaman Internet Global

Australia adalah salah satu dari banyak negara yang terkena dampak pemadaman internet yang menyebabkan kekacauan di seluruh dunia


Kemenhub: 2 WNA Australia Korban Kecelakaan Helikopter di Pecatu Bali Selamat

4 hari lalu

Petugas memeriksa helikopter Bell-505 yang dioperasikan PT. Whitesky Aviation setelah jatuh di kawasan Suluban, Badung, Bali, Jumat 19 Juli 2024. Helikopter tur wisata dengan nomor registrasi PK-WSP tersebut melakukan upaya pendaratan darurat dan mengalami kecelakaan karena terlilit tali layangan yang mengakibatkan seorang pilot dan empat penumpangnya terluka. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Kemenhub: 2 WNA Australia Korban Kecelakaan Helikopter di Pecatu Bali Selamat

Kemenhub menyatakan dua dari korban kecelakaan helikopter adalah warga negara asing atau WNA asal Australia.


Duta Besar Australia untuk Indonesia Kunjungan Kerja ke Manado

5 hari lalu

Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM, kedua dari kanan, kunjungan kerja ke Manado, Sulawesi Utara pada 17-18 Juli 2024. Sumber: dokumen kedutaan besar Australia
Duta Besar Australia untuk Indonesia Kunjungan Kerja ke Manado

Dalam kunjungan kerjanya, Duta Besar Williams bertemu dengan Rektor Universitas Sam Ratulangi dan para alumni Australia


Pemadaman Internet Global Picu Kekacauan di Amerika Serikat, Eropa, Asia hingga Australia

5 hari lalu

Bisnis dan institusi telah terganggu oleh pemadaman TI besar-besaran yang juga berdampak pada bandara-bandara di AS, Inggris, Spanyol, Belanda, Perancis, Jerman dan Malaysia [Tom Westbrook/Reuters]
Pemadaman Internet Global Picu Kekacauan di Amerika Serikat, Eropa, Asia hingga Australia

Keamanan Siber Nasional Australia mengatakan 'tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa pemadaman internet ini adalah insiden keamanan siber'.


Hasil Piala AFF U-19 Grup B, Myanmar dan Vietnam Bayangi Australia Setelah Imbang 1-1

5 hari lalu

Suasana pertandingan Timnas Laos U-19 melawan Australia saat laga penyisihan Grup B Piala AFF U-19 2024 di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Kamis, 18 Juli 2024. ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin
Hasil Piala AFF U-19 Grup B, Myanmar dan Vietnam Bayangi Australia Setelah Imbang 1-1

Australia memuncaki klasemen sementara Grup B Piala AFF U-19.


Malaysia Berkomitmen Mencari Keadilan atas Tragedi Jatuhnya MH17

6 hari lalu

Malaysia Berkomitmen Mencari Keadilan atas Tragedi Jatuhnya MH17

Malaysia menegaskan kembali komitmen untuk mencari keadilan bagi korban tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 satu dekade silam