Karyawan Pasar Swalayan Terbesar di Israel Dievakuasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Karyawan pasar swalayan terbesar di Israel sebagian dievakuasi Kamis kemarin (19/10) karena khawatir terjangkit bakteri anthrax. Ketakutan itu meruyak ketika petugas keamanan pasar swalayan membuka amplop yang berisi bubuk putih yang mencurigakan. Petugas keamanan melaporkan amplop "air-mail" kepada polisi.

    Laporan petugas keamanan itu membuat polisi memutuskan untuk mengevakuasi lantai dua dan tiga pasar swalayan yang terletak di Malkha, di pinggiran kota Jerusalem. Para pakar kesehatan lingkungan menyelidiki daerah itu dari kemungkinan pencemaran penyakit anthrax.

    Sumber resmi di Kepolisian juga mengatakan bubuk putih yang ditemukan di dalam beberapa amplop yang diterima pemimpin partai oposisi Meretz, Yossi Sarid dan anggota lain partainya, Naomi Hazan. Namun, bubuk putih tersebut dinyatakan tidak berbahaya karena dinyatakab terbukti tidak berisi anthrax.

    Israel, seperti halnya beberapa negara barat lainnya seperti Amerika Serikat, kini menyatakan siaga menghadapi anthrax di tengah kekhawatiran yang meningkat terhadap serangan bio-terorisme.

    Kamis kemarin, dua orang lagi pekerja Capitol Hill, Washington DC. dinyatakan positif terkena anthrax. Sehingga pekerja yang terkena bakteri di Capitol Hill bertambah menjadi 33 orang. Beberapa waktu sebelumnya, pimpinan Senat AS, Tom Daschle, mengatakan 25 orang tukang pel dan enam petugas keamanan terindikasi terkena anthrax. (AFP/CNN/Antara)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.