Hanyut di Laut Berjam-jam, Pria ini Selamat Berkat Celana Jeans

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jemuran jeans. Unsplash.com/Bruno Nascimento

    Ilustrasi jemuran jeans. Unsplash.com/Bruno Nascimento

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria selamat setelah tiga jam terombang-ambing hanyut di laut Selandia Baru berkat celana jeans-nya.

    Turis asal Jerman bernama Arne Murke, berlayar dengan yacht bersama saudaranya dari Auckland, Selandia Baru, menuju Brasil. Namun perahu layar mereka terjebak di cuaca ekstrem laut.

    Menurut laporan Sky News, 14 Maret 2019, layar utama kapal pesiar sepanjang 12 meter lepas dan menyebabkan perahu tergoncang dan menjatuhkan Murke ke laut sekitar 32 kilometer dari Tolaga Bay, atau sekitar setengah jalan ke pantai timur Selandia Baru.

    Baca: Denim, Trennya Tak Pernah Mati, Intip Sejarahnya

    Kepada media Selandia Baru, New Zealand Herald Ahad kemarin, Murke mengatakan saat itu tidak mengenakan jaket pelampung, hanya kaus dan celana jeans.

    "Adik saya mencoba menjangkau saya tapi saya terombang-ambing terlalu jauh sekitar tiga meter," katanya.

    "Dia melempar jaket pelampung dengan tali," tambah Murke."Tapi saya tidak bisa mengambilnya, pelampung itu terlalu jauh."

    "Beruntung, saya tahu trik menggunakan jeans," kata Murke.

    "Tanpa jeans saya tidak akan ada di sini hari ini. Jeans benar-benar benda yang menyelamatkan saya."

    Baca: Tampil Beda, Coba 3 Cara Ini agar Celana Jeans Tidak Membosankan

    Pria berusia 30 tahun itu menjadikan jeansnya sebagai alat apung. Trik itu, katanya, adalah salah satu cara yang digunakan oleh US Navy Seals.

    "Saya lihat trik itu beberapa tahun lalu dan saya selalu berpikir apa saya bisa menggunakan trik itu sebagai pelampung."

    "Saya kemudian menarik nafas dalam-dalam, melepas jeans saya, membuat simpul di ujung celana bagian bawah dan membuat jeans mengapung. Saya membuang air dari bagian dalam jeans dan memasukan udara ke dalamnya, kemudian memasukkannya ke dalam air. Saya sudah membuat pelampun penyelamat sendiri," cerita Murke.

    Baca: 46 Hari Terapung di Laut, Ini Cerita Korban ke KJRI Jepang

    Dia mengatakan, ketika dia berbaring di air selama beberapa jam berikutnya, dia memikirkan putrinya yang berusia 10 bulan, yang tinggal di Filipina bersama pacarnya.

    Setelah hampir empat jam, dengan masih terapung dengan celana jeans-nya, turis Jerman itu ditemukan oleh Helikopter Penyelamat Hawke's Bay, yang mencarinya bersama Coastguard Selandia Baru dan Angkatan Udara Royal NZ Selandia Baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.