Ke Israel, Presiden Brazil Tak Janji Segera Pindahkan Kedutaan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jair Bolsonaro, calon presiden Brazil, saat menghadiri debat presiden di Brasilia, Brasil 6 Juni 2018.[Reuters]

    Jair Bolsonaro, calon presiden Brazil, saat menghadiri debat presiden di Brasilia, Brasil 6 Juni 2018.[Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Brazil Jair Bolsonaro akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Israel pada 31 Maret sampai 2 April 2019. Dalam kunjungan itu, Bolsonaro belum menjanjikan bisa memindahkan kantor kedutaan besarnya ke Yerusalem.

    Sumber di pemerintah Brazil mengatakan belum ada keputusan yang diambil terkait rencana pemindahan kantor Kedutaan Besar Brazil di Tel Aviv ke Yerusalem, Israel, dimana jika hal ini dilakukan bisa mendorong popularitas Perdana Manteri Israel, Benjamin Netanyahu sebelum pemilu dilakukan.

    "Rencana pemindahan kantor kedutaan mungkin akan disinggung selama kunjungan ini, namun pengumuman resmi mungkin belum akan dilakukan," kata sumber yang memahami isu ini, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 14 Maret 2019.

    Baca: Netanyahu Pastikan Brazil Jadi Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

    Presiden Brazil Jair Bolsonaro, melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Jumat, 28 Desember 2018. Pertemuan itu hanya membicarakan upaya peningkatan kerja sama kedua negara, bukan rencana pemindahan kantor Kedutaan Besar Brazil dari Tel Aviv ke Yerusalem. Sumber: Fernando Frazao/Courtesy of Agencia Brasil/REUTERS

    Baca: Bertemu Netanyahu, Presiden Brazil Tak Bahas Pemindahan Kedutaan

    Sebelumnya pada Januari lalu, Netanyahu mengatakan Presiden Bolsonaro telah mengatakan padanya akan memindahkan kantor Kedutaan Besar Brazil yang ada di Tel Aviv, Israel ke Yerusalem. Hanya saja waktu pemindahan belum dapat dipastikan.

    Yerusalem adalah wilayah yang masih dipersengketakan antara Israel dan Palestina. Rencana Bolsonaro untuk memindahkan kantor Kedutaan Besar Brazil di Israel ke wilayah itu ditentang oleh pejabat militer Brazil yang duduk di kabinet.

    Dalam sebuah wawancara pada Februari lalu, Wakil Presiden Brazil Hamilton Mourao yang merupakan pensiunan Angkatan Darat, mengatakan rencana Bolsonaro soal Kedutaan Besar itu adalah ide yang buruk karena bisa menciderai ekspor makanan halal Brazil ke negara-negara Arab yang bernilai sekitar US$ 5 miliar atau Rp 71 triliun.

    Brazil adalah salah satu eksportir daging halal terbesar di dunia, dimana Iran dan Mesir adalah salah satu pembeli terbesar Negara Samba itu. Saat masa kampanye tahun lalu, Presiden Bolsonaro mengatakan Palestina bukan sebuah negara sehingga dia pun berencana menutup kantor Kedutaan Besar Palestina yang ada di Brazil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.