Sutradara Arab Saudi Produksi Film Roll'em, 100 Persen Lokal

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pengambilan gambar pada proses syuting film Roll'em di Jeddah, Arab Saudi. Arab News

    Suasana pengambilan gambar pada proses syuting film Roll'em di Jeddah, Arab Saudi. Arab News

    TEMPO.CO, Jeddah – Sebuah film berjudul “Roll’em” merupakan film yang ditulis, disutradarai dan diproduksi oleh sekelompok seniman asal Arab Saudi. Aktor dan direktur suara juga ditangani oleh orang Saudi.

    Baca:

     

    Film ini bakal diputar di bioskop Vox, yang terletak di Red Sea Mall, pada pemutaran film perdana tertutup pada Rabu, dan terbuka untuk publik pada Kamis.

    “Ini film bernuansa Jeddah hingga ke intinya. Post produksinya di Mesir. Area yang kami tidak punyai keahlian akan diberikan kepada outsource. Tapi semua yang terkait dengan proses kreatif merupakan murni Saudi,” kata Yasser Hammad, penulis naskah seperti dilansir Arab News pada 11 Maret 2019.

    Hammad mengerjakan film ini bersama perusahaan film Cinepoetics, yang dimiliki Abdurahman Khoja. Film ini disutradarai oleh Abdulelah Al-Qurashi.

    Baca:

     

    Hammad mengatakan ide pembuatan film ini muncul dari sebuah lelucon. “Saya sedang berpura-pura sebagai seorang sinematografer dan menggunakan kata-kata dan aksen Hejaz. Ini lalu menginspirasi saya untuk menciptakan sebuah karakter,” kata dia.

    Menurut Hammad, film ini bercerita soal seseorang yang memiliki impian dan ingin mencapainya. Tapi ada situasi yang menghalanginya. Dia mengaku merasa senang bisa memutar film ini di Jeddah dan menganggapnya sebagai mimpi jadi kenyataan. “Tanpa kota ini, saya tidak bisa menghasilkan karya seni,” kata dia.

    Salah satu pemain film ini, Naif AL-Daferi, yang berperan sebagai karakter Mohannad, mengatakan,”Penonton bakal melihat perbedaan gambar Kota Jeddah. Ini cerita soal seseorang yang berjuang di dunia film dalam merekam Kota Jeddah.”

    Baca:

     

    Al-Daferi mengatakan film ini menyajikan hiburan bagi penonton dengan karakter yang beragam dan peran yang menarik. Dia memuji sutradara Al-Qurashi yang telah mengarahkan pembuatan film ini dengan luar biasa.

    Jeddah mulai memiliki bioskop publik pertama pada Januari 2019. Ini bakal mendorong meningkatnya jumlah penonton film dengan prediksi sekitar 35 juta penonton setiap tahunnya. Sebelum ini, bioskop dilarang di Arab Saudi hingga mulai dibuka di Riyadh pada April 2018.

    Baca:

     

    Menurut Cameron Mitchell, CEO Majid Al Futtaim, yang merupakan perusahaan jaringan bioskop regional, mengatakan Arab Saudi memiliki kapasitas penonton yang tinggi. Dia membandingkan jumlah penonton film di Dubai per tahun yang bisa mencapai sekitar 15 juta orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.