Uni Eropa Imbau Anggota Tak Gunakan Boeing 737 MAX

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines ketika bertolak menuju Nairobi, Kenya, pada 10 Maret 2019 membuat sejumlah negara memutuskan untuk melarang Boeing 737 Max 8 beroperasi kembali, salah satunya yakni pada Maskapai Garuda Indonesia. TEMPO/Rully Kesuma

    Jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan maskapai Ethiopian Airlines ketika bertolak menuju Nairobi, Kenya, pada 10 Maret 2019 membuat sejumlah negara memutuskan untuk melarang Boeing 737 Max 8 beroperasi kembali, salah satunya yakni pada Maskapai Garuda Indonesia. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (EASA) pada Selasa 12 Maret 2019, menyatakan telah menangguhkan semua penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8 dan Boeing 737 MAX 9. Langkah itu diambil menyusul sejumlah negara dan maskapai yang ramai-ramai mengkandangkan pesawat Boeing jenis itu setelah kecelakaan di Ethiopia. 

    "Tindakan pencegahan perlu untuk memastikan keselamatan penumpang", kata EASA. 

    Menurut EASA, pihaknya mengambil setiap langkah yang diperlukan demi memastikan keselamatan penumpang. Lembaga ini juga menawarkan bantuan dalam mendukung penyelidikan kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 penumpang dan awak pesawat.

    Baca: 19 Negara Larang Terbang Pesawat Boeing 737 MAX 8 

    Sebelum pengumuman Uni Eropa ini terbit, negara-negara anggota Uni Eropa seperti Irlandia, Jerman, Prancis, dan Belanda sudah masuk dalam daftar negara-negara yang sementara waktu merumahkan pesawat Boeing 737 MAX.

    Selain negara, sejumlah maskapai juga memilih tak menerbangkan pesawat Boeing 737 MAX. Maskapai yang mengambil langkah ini adalah Aeromexico, Gol Airlines Brasil, Aerolineas Argentina, Cayman Airways, Comair Afrika Selatan, Eastar Korea Selatan, Ethiopian Airlines, Iceland Air, Jet Airways India, Shuttle Udara Norwegia, Royal Air Maroc Maroko, dan Turkish Airline.

    Baca: Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Pemilik Boeing 737 MAX Terbanyak 

    Negara-negara di luar Uni Eropa yang menghentikan penggunaan Boeing 737 MAX diantaranya Australia, Inggris, Cina, Prancis, Jerman, Indonesia, Irlandia, Malaysia, Mongolia, Oman, dan Singapura. 

    Sedangkan otoritas penerbangan sipil Inggris mengatakan saat ini belum ada bukti berdasarkan kotak hitam terkait kecelakaan Ethiopian Airlines ET302 pada 10 Maret 2019. Kendati begitu, Inggris telah merumahkan pesawat jenis Boeing 737 MAX sebagai langkah pencegahan.    

    Hingga Selasa, 12 Maret 2019, total sudah ada 23 negara ditambah dengan Uni Eropa yang memutuskan sementara waktu tidak menggunakan Boeing 737 MAX. Hal ini kontras dengan regulator di Amerika Serikat yang berkeras Boeing 737 MAX buatan Boeing Co, aman untuk diterbangkan. Boeing Co adalah produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat.    

    Total ada sekitar 371 unit pesawat Boeing 737 MAX yang tersebar di seluruh dunia dan sebagian besar dari jumlah tersebut sekarang tidak diterbangkan. Pemerintah Cina bahkan telah melarang penerbangan menggunakan pesawat jenis ini oleh seluruh maskapai di negara Tirai Bambu itu.  

    MUHAMMAD HALWI | scmp.com   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.