Badan Penerbangan Amerika Serikat Belum Akan Menskors Boeing 737

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Boeing 737 Max 8 yang digunakan oleh Maskapai American Airlines dalam penerbangan dari Miami ke New York City di Bandar Udara LaGuardia di New York, Amerika Serikat, 12 Maret 2019. Boeing 737 MAX 8 merupakan pesawat penumpang sipil penerus Boeing 737 Next Generation yang diproduksi di Amerika Serikat. REUTERS/Shannon Stapleton

    Pesawat Boeing 737 Max 8 yang digunakan oleh Maskapai American Airlines dalam penerbangan dari Miami ke New York City di Bandar Udara LaGuardia di New York, Amerika Serikat, 12 Maret 2019. Boeing 737 MAX 8 merupakan pesawat penumpang sipil penerus Boeing 737 Next Generation yang diproduksi di Amerika Serikat. REUTERS/Shannon Stapleton

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penerbangan Amerika Serikat atau FAA pada Selasa, 12 Maret 2019, memastikan belum akan menskors jenis pesawat Boeing 737 MAX buatan Boeing Co setelah musibah jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 jurusan Addis Ababa Ethiopia ke Nairobi, Kenya pada 10 Maret 2019 lalu. Musibah itu menewaskan 157 orang.   

    Dikutip dari reuters.com, Rabu, 13 Maret 2019, Administrator sementara FAA, Dan Elwell, mengatakan pihaknya telah mengevaluasi dan tidak menemukan masalah sistemik pada kinerja pesawat Boeing 737 MAX serta tidak ada dasar untuk menskors jenis pesawat itu.      

    Baca: Boeing 737 Max 8 Di-Grounded, 2 Maskapai Ini Lakukan Antisipasi 

    Sumber mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah berbicara dengan CEO Boeing, Dennis Muilenburg dan mendapat kepastian bahwa pesawat Boeing 737 MAX aman dan tidak perlu untuk dikandangkan.    

    Keputusan FAA itu bertolak belakang dengan badan keamanan penerbangan Uni Eropa yang menghentikan seluruh penerbangan menggunakan Boeing 737 MAX. Seorang anggota Senat Amerika Serikat menyarankan agar Washington mengambil langkah serupa menyusul musibah pada jatuhnya Ethiopian Airlines ET 302 pada hari Minggu lalu dan Lion Air JT 160 pada Oktober 2018, dimana dua musibah ini melibatkan jenis pesawat yang sama.

    Baca: Sejumlah Negara Larang Terbang Boeing 737 MAX 8       

    Pesawat baru SilkAir, Boeing 737 Max 8, terparkir di landasan di Bandara Changi di Singapura 4 Oktober 2017.[REUTERS / Edgar Su]

    Para pejabat tinggi di badan keamanan penerbangan Amerika Serikat dan Ethiopia juga telah mendiskuksikan apakah data penerbangan dan rekaman suara di kokpit dari Ethiopian Airlines ET 302 akan dikirim ke Washington atau London untuk di unduh dan dianalisis. Sumber di pemerintah Amerika Serikat mengatakan dua alat tersebut dalam kondisi rusak, namun mereka sangat yakin sejumlah fakta yang tersimpan dari dua alat tersebut bisa diungkap dalam tempo 24 jam. 

    Boeing Co ingin segera mengetahui hasil data analisis tersebut menyusul semakin banyaknya jumlah negara dan maskapai yang memutuskan sementara tak lagi menggunakan pesawat Boeing 737 MAX. Berdasarkan perhitungan Reuters, total ada sekitar 371 unit pesawat Boeing 737 MAX yang beroperasi sebelum musibah Ethiopian Airlines ET 302 terjadi dan sekarang ini dari jumlah tersebut sekitar dua per tiga sudah dikandangkan.    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.