Saksi Lihat Pesawat Ethiopian Airlines Berasap Sebelum Jatuh

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boeing 787 Dreamliner milik Ethiopian Airlines tiba di bandara internasional Jomo Kenyatta di ibu kota Kenya, Nairobi, 27 April 2013. [REUTERS / Thomas Mukoya]

    Boeing 787 Dreamliner milik Ethiopian Airlines tiba di bandara internasional Jomo Kenyatta di ibu kota Kenya, Nairobi, 27 April 2013. [REUTERS / Thomas Mukoya]

    TEMPO.CO, Jakarta - Saksi mata mengatakan pesawat Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines mengeluarkan suara keras dan melihat asap di bagian ekor pesawat.

    Pesawat yang jatuh pada Ahad pagi, 10 Maret 2019, terlihat membelok di atas lahan peternakan yang membuat sapi-sapi panik sebelum jatuh.

    Baca: Sejumlah Negara Larang Terbang Boeing 737 MAX 8

    Pesawat Ethiopian Airlines ET 302 jatuh sekitar pukul 08.44 waktu setempat. Penumpang yang berasal lebih dari 35 negara tewas di pesawat Boeing 737 Max 8.

    Pilot sempat meminta izin untuk kembali, mengatakan ada masalah tetapi sudah terlambat.

    Sebanyak enam orang saksi yang diwawancarai oleh Reuters di sekitar tempat pesawat jatuh, melihat asap mengepul di belakang pesawat, sementara empat saksi mengatakan ada suara yang sangat keras, seperti dikutip dari Reuters, 11 Maret 2019.

    "Itu adalah suara dentuman yang keras, seperti mengaung dan berguncang," kata Turn Buzuna, seorang ibu rumah tangga dan petani 26 tahun yang tinggal sekitar 300 meter dari lokasi kecelakaan.

    Baca: Warga Kenya dan Kanada Korban Terbanyak Laka Ethiopian Airlines

    "Semua orang mengatakan mereka belum pernah mendengar suara seperti itu dari pesawat dan mereka berada di bawah jalur penerbangan," tambahnya.

    Malka Galato, 47 tahun, seorang petani gandum menagatakan, pesawat jatuh di ladang gandumnya mengeluarkan asap dan percikan api dari belakang.

    "Pesawat itu sangat dekat dengan tanah dan berbelok. Sapi yang sedang merumput di ladang lari ketakutan," katanya.

    Sejumlah sepatu terlihat di lokasi kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET 302, dekat kota Bishoftu, tenggara Addis Ababa, Ethiopia, Ahad, 10 Maret 2019. Penumpang pesawat ini berasal dari 35 negara, dan dikabarkan seorang WNI tercatat sebagai penumpang. REUTERS/Tiksa Negeri

    Tamirat Abera, 25 tahun, pada saat kejadian sedang melewati lapangan. Dia mengatakan pesawat langsung berbelok tajam, diikuti asap dan barang-barang seperti pakaian dan kertas kemudian jatuh sekitar 300 meter.

    "Pesawat mencoba naik namun gagal, kemudian bagian depan jatuh lebih dulu," katanya. "Ada api dan asap putih lalu berubah menjadi hitam."

    Di lokasi kejadian para petugas Palang Merah mengumpulkan barang-barang milik korban dan dibantu oleh warga setempat. Buku anak-anak karangan Dr Seuss yang berjudul On The Thinks You Can Think dan Anne of Green Gables ditemukan tergeletak di dekat kamus Prancis-Inggris yang terbakar di salah satu tempat.

    Baca: Pria ini Selamat Laka Ethiopian Airlines karena Telat 2 Menit

    Pesawat hancur menjadi potongan-potongan kecil, yang masih utuh di antaranya roda dan mesin namun sudah penyok. Puing-puing pesawat tersebar di tanah yang kira-kira seukuran dua kali lapangan sepak bola.

    Penyidik menemukan dua perekam kotak hitam pada Senin. Kotak hitam Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines akan digunakan untuk mencari keterangan penyebab pesawat jatuh.

    MUHAMMAD HALWI | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.