Gereja Protes, Band Metal Asal Swedia Batal Tampil di Singapura

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam (kiri) dan band Watain (kanan). Yahoo screengrab

    Menteri Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam (kiri) dan band Watain (kanan). Yahoo screengrab

    TEMPO.COSingapura – Dewan Nasional Gereja Singapura atau NCCS mengekspresikan apresiasinya kepada kementerian Dalam Negeri atau MHA Singapura soal pembatalan konser band musik Watain di Singapura.

    Baca:

     

    Band black metal asal Swedia ini semula akan tampil pada Kamis sore di Singapura. Namun, konser ini dibatalkan pada Kamis sore menjelang konser oleh Otoritas Pembangunan Media Infocomm karena pertimbangan keamanan dari kementerian Dalam Negeri.

    “NCCS berbagi keprihatinan serius seperti MHA terhadap nilai-nilai yang diwakili dan dibela oleh Watain,” kata Uskup Terry Kee, Presiden NCCS, seperti dilansir Channel News Asia pada Sabtu, 9 Maret 2019.

    Kee melanjutkan,”Kami sangat setuju dengan penilaian NHA mengenai sejarah band yang cenderung merendahkan agama-agama dan mempromosikan kekerasan. Ini berpotensi menimbulkan kebencian dan mengganggu harmoni sosial di Singapura.”

    Baca:

     

    Kee mengatakan serangan band Watain terhadap keyakinan Kristen lewat lagu-lagunya mernimbulkan gangguan dan rasa sakit yang bisa mengganggu keharmonisan agama.

    “Kami juga merasa prihatin terhadap dukungan terbuka Watain terhadap kekerasan bernuansa Setan yang berefek buruk terhadap kalangan anak muda yang mudah dipengaruhi dan resah,” kata Kee.

    Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri, K Shanmugam, mengatakan jika Watain diizinkan tampil di Singapura maka itu akan mengganggu,”Ketertiban publik dan berdampak pada keharmonisan sosial dan religius.”

    Shanmugam menambahkan,”Selama beberapa hari terakhir ada banyak keprihatian. Jika Anda melihat band ini ada sejarah terkait sikap yang sangat menyerang terhadap orang Kristen dan Yahudi, dan mendukung kekerasan, termasuk mendorong pembakaran gereja-gereja.”

    Foto:

     

    Menurut Shanmugam, band itu juga mendorong tindakan teroris dilakukan atas nama mereka selain band itu membuat berbagai pernyataan yang cukup menyerang.

    Salah satu anggota panitia, Khaal, mengatakan dia awalnya berharap ada sekitar 150 orang penonton kemarin. Dia mengaku mengikuti semua aturan untuk bisa membawa band itu ke Singapura. “Saya prihatin semua orang yang telah melakukan perjalanan jauh ke sini untuk menonton jadi sia-sia saja,” kata dia.

    Menyusul pembatalan mendadak ini, band Watain mengatakan alasan pemerintah Singapura sebagai tragis. “Terhadap para tikus yang tidak terhormat yang berada di belakang pelarangan ini, percayalah bahwa Anda dengan tindakan pengecut Anda hanya akan membawa masalah pada diri Anda sendiri,” kata band ini dalam pernyataan di Facebook seperti dilansir media Independent.Sg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.