Hari Perempuan Internasional, Warga Pakistan Turun ke Jalan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan perempuan melakukan aksi jalan di kota-kota di penjuru Pakistan untuk memperingati hari perempuan internasional. Aksi itu dinamai aurat march atau perempuan turun ke jalan. Sumber: Shamber Alexander/Al Jazeera

    Ribuan perempuan melakukan aksi jalan di kota-kota di penjuru Pakistan untuk memperingati hari perempuan internasional. Aksi itu dinamai aurat march atau perempuan turun ke jalan. Sumber: Shamber Alexander/Al Jazeera

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan perempuan melakukan aksi turun ke jalan di kota-kota di penjuru Pakistan untuk memperingati hari perempuan internasional. Aksi itu dinamai aurat march atau perempuan turun ke jalan. 

    “Saya disini melakukan aksi jalan untuk saya yang dulu - yang menjadi korban patriarki. Saya disini untuk semua perempuan yang tidak bisa bertahan. Saya harap aksi semacam ini bisa terus dipertahankan. Jika ada waktu kita harus melakukan aksi turun ke jalan, maka inilah saatnya,” kata Ghousia Ahmed, yang melakukan aksi jalan di kota Karachi bersama seribu perempuan lainnya.

    Baca: Peringatan Hari Perempuan Internasional, Ini Sejarahnya 

    Dikutip dari aljazeera.com, Sabtu, 9 Maret 2019, aurat march pertama kali diluncurkan di kota Karachi pada tahun lalu atau ketika sekelompok perempuan memutuskan untuk menyebarkan gerakan feminisme apapun kelas sosialnya. Gerakan ini menjadi inisiatif bersama yang diharapkan bisa memfasilitasi langkah politik dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan keadilan gender.

    Baca: 6 Hal yang Mesti Dipahami Perempuan Saat Sudah Menikah 

    Ribuan perempuan melakukan aksi jalan di kota-kota di penjuru Pakistan untuk memperingati hari perempuan internasional. Aksi itu dinamai aurat march atau perempuan turun ke jalan. Sumber: Alia Chughtai/aljazeera.com

    Assosiasi Pekerja Perempuan Sehat atau LHWA yang sekarang beranggotakan 90 ribu orang dari berbagai wilayah di Pakistan merupakan kelompok pertama yang mendukung inisiatif ini. Jumlah ini telah menciptakan sebuah gerakan perempuan terbesar dalam sejarah perempuan.       

    “Ketika kami membentuk asosiasi ini pada 2008, kami diintimidasi oleh anggota keluarga, mitra laki-laki kami, tetangga dan banyak lagi. Pada tahun lalu, ketika aurat march meminta kami berbicara di atas panggung, kami merasa langkah kami telah dibenarkan,” kata Bushra Arain, Kepala LHWA,         

    Pada 2018, hampir 5 ribu perempuan, anak-anak dan laki-laki ambil bagian dari dalam aurat march di kota Karachi. Namun pada tahun ini, aksi jalan telah meluas ke kota-kota lain seperti Lahore, Islamabad, Hyderabad, Quetta, Peshawar dan Faisalabad untuk menyuarakan keadilan gender.     

    Perempuan Pakistan saat ini menghadapi permasalahan kesetaraan di ruang-ruang publik, hak-hak di lingkungan kerja dan keamanan di tempat kerja. Perempuan Pakistan juga menuntut dukungan di bidang infrastruktur. Perempuan dewasa Pakistan pun sampai sekarang masih memperjuangkan hak-hak politik bagi kaum perempuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.