Puluhan Negara Desak Arab Saudi Ungkap Pembunuh Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan negara mendesak Arab Saudi untuk bekerja sama dengan tim investigasi PBB untuk mengungkap pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulate jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki Oktober 2018.

    Seruan itu juga ditujukan agar Arab Saudi membebaskan 10 aktivis yang ditahan.

    Baca: Kasus Jamal Khashoggi Terbongkar, Arab Saudi Rombak Intelijen

    Untuk pertama kali, 28 negara anggota Uni Eropa yang didukung beberapa negara termasuk Kanada, dan Australia minus Amerika Serikat memberikan teguran dan pernyataan di Dewan HAM PBB sejak didirikan pada tahun 2006.

    Pernyataan bersama ini juga pertama kali dikeluarkan di tengah meningkatkan kekhawatiran masyarakat internasional tentang dugaan Arab Saudi melanggar kebebasan paling mendasar, yakni kebebasan berekspresi.

    Baca: Tiga Dugaan Kesalahan Jamal Khashoggi di Mata Arab Saudi

    "Kami secara khusus khawatir mengenai penggunaan Undang-undang Anti-terorisme dan peraturan tentang keamanan nasional terhadap individu yang secara damai menggunakan hak dan kebebasan mereka," kata Duta Besar Islandia, Harald Aspelund yang membacakan pernyataan bersama. 

    Arab Saudi mengatakan hak negara berdaulat menangani masalah yang mempengaruhi keamanan sesuai dengan hukum nasional dan kewajiban internasional.

    Baca: Ini Peran 15 Terduga Pembunuh Sadis Jamal Khashoggi

    Uni Eropa dan negara lainnya mengutuk keras pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

    Ketua tim penyelidik PBB untuk kasus Jamal Khashoggi, Agnes Callamard menyambut seruan kerja sama Arab Saudi dengan tim investigasi PBB karena Arab Saudi belum juga menjawab permintaan Callamard untuk bertemu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.