Rabu Abu, Paus Fransiskus Sebut Kesuksesan, Kekuasaan akan Lenyap

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus membuat tanda salib di dahi imam saat memimpin ibadah Rabu Abu mengawali mas prapaskah di gereja di Roma, Italia, 6 Maret 2019

    Paus Fransiskus membuat tanda salib di dahi imam saat memimpin ibadah Rabu Abu mengawali mas prapaskah di gereja di Roma, Italia, 6 Maret 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus dalam ibadah Rabu Abu untuk menandai dimulainya masa prapaskah mengingatkan umat Katolik bahwa kesuksesan, kekuasaan, dan materi yang dimiliki akan cepat berlalu dan lenyap seperti debu diterbangkan angin.

    Baca: Paus Fransiskus Ditantang Jadi Vegan, Hadiahnya Rp 13,9 Miliar

    "Tidak peduli seberapa keras kita bekerja, kita tidak akan membawa harta kekayaan dari kehidupan ini. Realitas duniawi memudar seperti debu dibawa angin. Harta bersifat sementara, kekuasaan berlalu, kesuksesan menyurut," kata Paus Fransiskus dalam ibadah Rabu Abu di Roma, Italia, 6 Maret 2019 seperti dikutip dari Reuters.

    "Penampilan luar, uang, karir, atau hobi, jika kita hidup untuk mereka, maka mereka akan menjadi idola yang memperbudak kita," ujar Paus.

    Baca: Paus Fransiskus Desak Pemimpin Dunia Lawan Perdagangan Manusia

    Rabu Abu menandai awal prapaskah bagi umat Katolik sedunia dan akan berakhir pada hari raya Paskah paa 21 April 2019.

    Dalam ibadah Rabu Abu, Paus Fransiskus memimpin prosesi memasuki dua gereja di Aventine Hill di Roma dan kemudian menggelar misa.

    Paus dan para imam saling memberi tanda salib di dahi. Ibadah Rabu Abu dirayakan di seluruh dunia. Selama masa prapaskah, umat Katolik diwajibkan mendaraskan doa, puasa, dan beramal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.