Italia Berminat Ikut Proyek Ambius Jalur Sutra Baru Cina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Xi Jinping menyerahkan bendera militer Pasukan Pembebasan Rakyat Cina kepada Komandan Pasukan Roket, Wei Fenghe, pada Januari 2016. The Standard - Hongkong

    Presiden Xi Jinping menyerahkan bendera militer Pasukan Pembebasan Rakyat Cina kepada Komandan Pasukan Roket, Wei Fenghe, pada Januari 2016. The Standard - Hongkong

    TEMPO.CO, Jakarta - Italia berminat untuk bergabung dengan proyek ambisius jalur sutra baru bernama Belt and Road Initiative (BRI) Cina. Italia akan menandatangani MoU dalam proyek BRI pada akhir Maret.

    "Negosiasi belum selesai, tapi ada kemungkinan akan dilakukan pada kunjungan Presiden Xi Jinping," kata pejabat kementerian pengembangan ekonomi Italia Michele Geraci dalam laporan Financial Times, dikutip Reuters, 6 Maret 2019.

    Baca: Cina Gunakan Proyek Jalur Sutra Baru di Pakistan untuk Militer?

    Amerika Serikat mengatakan proyek itu tidak mungkin membantu Italia secara ekonomi dan secara signifikan dapat merusak citra internasional negara itu, menurut FT.

    "Kami melihat BRI 'yang dibuat oleh Cina, untuk tujuan Cina'," mengutip Garrett Marquis, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

    Marquis menambahkan para pejabat AS khawatir efek negatif dari diplomasi infrastruktur Cina, dan mendesak semua sekutu dan mitra, termasuk Italia, untuk menekan Cina agar membawa upaya investasi globalnya sejalan dengan standar internasional yang diterima.

    Kereta melaju di jalur sepanjang 10.400 kilometer yang menghubungkan kota Yiwu, Cina, dengan kota Teheran, Iran, yang dibangun dalam megaproyek "Jalur Sutra Baru Cina".[Flickr/ninara via Sputniknews]

    Rencana BRI Cina bertujuan untuk membiayai dan membangun infrastruktur di lebih dari 80 negara di Eurasia, Timur Tengah, dan Afrika. Tetapi AS dan negara-negara Eropa utama khawatir akan menguntungkan perusahaan-perusahaan Cina, menciptakan perangkap utang untuk negara-negara penerima dan digunakan untuk memajukan pengaruh strategis dan militer Beijing.

    Belt and Road Initiative, yang dipromosikan oleh Presiden Xi Jinping, bertujuan untuk menghubungkan Cina melalui laut dan darat dengan Asia Tenggara dan Tengah, Timur Tengah, Eropa dan Afrika, melalui jaringan infrastruktur di jalur-Jalur Sutra yang lama.

    Baca: Cina Jamin Kerja Sama Belt and Road Initiative Tidak Rugikan RI

    Selain meningkatkan perdagangan dan investasi, Xi bertujuan untuk meningkatkan pertukaran di berbagai bidang seperti sains, teknologi, budaya dan pendidikan Cina dan seluruh dunia melalui BRI.

    Xi Jingping dijadwalkan tiba di Italia pada 22 Maret pada kunjungan pertamanya. Presiden Cina itu juga dijadwalkan akan bertemu Giuseppe Conte, perdana menteri Italia, dan menghadiri upacara militer sebelum melanjutkan perjalanan ke Sisilia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.