Politikus Cina Puji Negosiasi Dagang dengan Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina Xi Jinping saat acara makan siang bersama dengan Presiden Donald Trump setelah pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, 1 Desember 2018. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden Cina Xi Jinping saat acara makan siang bersama dengan Presiden Donald Trump setelah pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, 1 Desember 2018. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.COBeijing – Kemajuan substansial dalam pembahasan perdagangan Amerika Serikat dan Cina mendapat sambutan baik di kedua negara dan dunia.

    Baca:

     

    “Sejarah menunjukkan kerja sama merupakan pilihan terbaik bagi dua ekonomi terbesar dunia,” kata Zhang Yesui, bekas duta besar Cina di Washington, Amerika Serikat, seperti dilansir Reuters pada Senin, 4 Maret 2019.

    Zhang, yang sekarang menjabat sebagai juru bicara parlemen Cina, mengatakan kedua negara mencapai kemajuan substantif mengenai banyak isu yang menyangkut kepentingan bersama.

    Baca:

     

    “Hubungan perdagangan dan ekonomi Cina dan AS saling menguntungkan dan bersifat kemenangan bersama. Kami berharap kedua pihak dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan,” kata Zhang menjelang pembukaan sesi sidang parlemen.

    Baca:

     

    Menurut dia, AS dan Cina memiliki perbedaan pendapat selain menyangkut perdagangan seperti isu Hak Asasi Manusia, sengketa Laut Cina Selatan, dan Taiwan yang ingin memerdekakan diri.

    Cina akan tetap mempertahankan kedaulatan negara dan keamanan sambil mengembangkan hubungan saling menghormati dan non-konfrontasi dengan AS. “Sejarah, budaya dan sistem sosial kedua negara serta tahapan pembangunannya memiliki banyak perbedaan,” kata Zhang. Sehingga, ini bisa memicu terjadinya perbedaan dan sengketa meski tidak harus berujung konfrontasi.

    Baca:

     

    “Menggunakan pola pikir lama dari era Perang Dingin untuk mengatasi masalah baru dunia dalam konteks globalisasi tidak akan membawa Anda kemanapun,” kata Zhang.

    Kedua negara, seperti dilansir CNBC, sempat terlibat perang tarif yang dimulai pada Juli 2018 dengan masing-masing menaikkan tarif impor sebesar 10 - 25 persen. Ini menyasar produk pertanian dari AS dan produk elektronik dan digital dari Cina. Presiden AS, Donald Trump, memperpanjang jatuh tempo kenaikan tarif impor Cina agar kedua negara menyelesaikan negosiasi kesepakatan dagang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.