5 fakta penting tentang Hamza bin Laden, Putra Pemimpin Al-Qaeda

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sosok putra pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden, yakni Hamza bin Laden saat melangsungkan pernikahannya. Dokumen-dokumen yang dirilis CIA itu, melengkapi koleksi publik yang diberi judul 'bin Laden's bookshelf' oleh Direktur Intelijen Nasional AS (DNI). FEDERATION FOR DEFENSE OF DEMOCRACIES / AFP

    Sosok putra pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden, yakni Hamza bin Laden saat melangsungkan pernikahannya. Dokumen-dokumen yang dirilis CIA itu, melengkapi koleksi publik yang diberi judul 'bin Laden's bookshelf' oleh Direktur Intelijen Nasional AS (DNI). FEDERATION FOR DEFENSE OF DEMOCRACIES / AFP

    TEMPO.CO, Jakarta - Hamzah bin Laden, anak eks pemimpin al-Qaeda, Osama bin Ladin, menjadi target buruan Amerika Serikat dan sekutunya, Arab Saudi.

    Berikut 5 fakta penting tentang Hamza bin Laden yang diburu AS dan kewarganegaraannya dicabut oleh Arab Saudi, seperti dilansir dari CNN, Arab News, Daily Mail, dan Reuters.

    Baca: Buru Hamza bin Laden, AS Hadiahkan Rp 14,1 M Bagi Pemberi Info

    1. Dipersiapkan sebagai pemimpin al-Qaeda.
    Pemimpin baru al-Qaeda setelah kematian Osama bin Laden tahun 2011, Ayman-al-Zawahiri untuk pertama kali memperkenalkan Hamza bin Laden melalui pesan auido tahun 2015. Hamza bersama kaum muda al-Qaeda akan menggantikan para pemimpin organisai teroris global ini yang menua.

    2. Hamza bersumpah akan membalas kematian ayahnya, Osama bin Laden yang tewas dibunuh pasukan elit marinir AS, SEAL di Pakistan tahun 2011.

    Baca: Saudi Cabut Kewarganegaraan Hamza bin Laden, Disembunyikan Iran?

    3. Hamza melalui video yang dirilis tahun 2017 menyerukan untuk menjatuhkan kerajaan Arab Saudi karena bersekutu dengan negara-negara Barat termasuk Inggris. Newsweek, 19 Januari 2018 mengatakan, rekaman ini merupakan episode keempat yang dirilis Hamza dalam beberapa bulan lalu.

    4. Keberadaan tempat tinggal Hamza dipenuhi spekulasi.
    Menurut sejumlah laporan, Hamza disebut berada di Pakistan, Afganistan, Suriah, dan Iran. Beberapa pengamat menyebut Hamza jadi tahanan rumah di Iran untuk dipakai sebagai alat penekan bagi Arab Saudi dan AS yang memburu putra kesayangan Osama bin Laden.

    5. Hamza bin Laden menikahi anak perempuan pemimpin pembajakan dan otak dari serangan teror al-Qaeda pada 11 September 2001 di Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.