Menlu Pakistan: Perang dengan India Sama Saja Bunuh Diri Bersama

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shah Mehmood Qureshi.[The Express Tribune]

    Shah Mehmood Qureshi.[The Express Tribune]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi berharap konflik militer skala penuh antara Pakistan dan India tidak akan terjadi.

    "Saya harap tidak. Itu akan menjadi bunuh diri bersama," katanya, dikutip dari Sputnik, 1 Maret 2019.

    "Kebijakan pemerintah Pakistan adalah kami tidak akan membiarkan tanah kami digunakan oleh organisasi atau individu mana pun untuk terorisme terhadap siapa pun, dan itu termasuk India," kata Qureshi, menanggapi keprihatinan India atas keberadaan kelompok teroris Jaish-e-Mohammad  yang berbasis di Pakistan.

    Baca: 5 Konflik Bersenjata antara India dan Pakistan

    Qureshi mengatakan PM Imran Khan menekankan bahwa jika India menyerang Pakistan, maka Pakistan akan membalas India dua kali lipat.

    Qureshi juga mengkonfirmasi bahwa Masood Azhar, pendiri dan pemimpin Jaish-e-Mohammad (JeM), memang saat ini di Pakistan.

    "Dia di Pakistan, menurut informasi yang saya terima, dia sangat tidak sehat. Dia tidak sehat sampai-sampai dia tidak bisa meninggalkan rumahnya," kata Qureshi.

    Baca: Kenapa India dan Pakistan Memperebutkan Kashmir?

    Ketika ditanya mengapa Pakistan belum menangkap pemimpin radikal yang ada dalam daftar teroris yang dicari di India itu, Qureshi mendesak New Delhi untuk memberikan bukti kuat tentang keterlibatan Masood Azhar dalam serangan teror bom bunuh diri 14 Februari 2019 di Kashmir, yang menewaskan 40 paramiliter India.

    Kereta yang mengangkut truk dan senjata artileri tentara India di sebuah stasiun kereta di pinggiran Jammu, India, Kamis, 28 Februari 2019. Kini, kedua negara yang bertetangga itu telah mendekat ke perbatasan masing-masing. REUTERS

    Pakistan juga membantah telah menggunakan jet tempur F-16 produksi Amerika melawan Angkatan Udara India (IAF) selama pertempuran udara Rabu, 27 Februari 2019, seperti yang dilaporkan harian Times of India. Menurut undang-undang AS, penggunaan pesawat tempur produksinya dilarang untuk menyerang negara lain.

    Baca: Detik-detik Penangkapan Pilot India yang Ditembak Jatuh Pakistan

    Pada hari Rabu, 27 Februari 2019, Angkatan Udara India mengklaim mereka kehilangan satu pesawat tempur MiG-21, tetapi mereka juga mengatakan pesawat F-16 Pakistan telah jatuh ketika keduanya terlibat dalam pertempuran udara.

    Pertempuran udara terjadi sehari setelah Angkatan Udara India melakukan serangan udara terhadap sebuah kamp teroris Jaish-e-Mohammad yang terletak di bagian wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.