Michael Cohen Sebut Donald Trump Berkolusi dengan Rusia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Cohen bersaksi di depan Kongres As, 27 februari 2019.[REUTERS]

    Michael Cohen bersaksi di depan Kongres As, 27 februari 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Pengacara pribadi Donald Trump, Michael Cohen kembali bersaksi mengenai keterlibatan Rusia dalam kampanye pemilihan Presiden AS 2016.

    Cohen berbicara di depan tiga panel kongres minggu ini yang memeriksa campur tangan Rusia dalam kampanye Trump.

    Ketua Komite Intelijen House, Adam Schiff dari partai Demokrat, mengatakan bahwa Cohen akan kembali diperiksa lebih lanjut pada 6 Maret, untuk memberikan kesempatan kepada anggota parlemen menindaklanjuti pelanggaran yang Cohen tuduhkan kepada Trump pada pekan ini.

    Baca: Michael Cohen Bersaksi, Tunjukkan Cek Uang Tutup Mulut dari Trump

    "Saya pikir kita semuanya merasa itu adalah wawancara yang sangat produktif, di mana dia mampu menjelaskan banyak masalah yang sangat penting bagi penyelidikan kita. Kami dapat menelusuri dengan sangat detail," kata Schiff, dikutip dari Reuters, 1 Maret 2019.

    Schiff mengatakan pada sidang panel itu juga akan mendengarkan kesaksian Felix Sater, seorang pengembang properti kelahiran Rusia sekaligus mantan rekan bisnis Trump, dalam sesi publik 14 Maret untuk membicarakan pembangunan menara Trump di Moskow.

    Sater yang menjadi rekan Cohen pada masa kampanye Trump, mengatakan dia dan Cohen pernah bertemu dan membicarakan tentang uang tambahan senilai US$ 50 juta (Rp 706 miliar) kepada Presiden Rusia, Vladmir Putin, sebagai upaya untuk mengatur kenaikan harga unit lain pada proyek Moskow.

    Mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, secara emosional bereaksi terhadap pernyataan kesimpulan ketua Komite DPR Elijah Cummingspada kesimpulan kesaksian Cohen di sebuah komite House on Oightight and Reform hearing di Capitol Hill di Washington, 27 Februari 2019. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    Cohen mengaku bersalah tahun lalu karena telah berbohong kepada Kongres tentang proyek Moskow, tetapi Schiff mengatakan dia menjawab semua pertanyaan pada saat sidang panel. Kesaksian itu nantinya akan dipublikasikan, kata Schiff.

    Mendengar kesaksian yang diberikan oleh Cohen, Trump mengatakan bahwa presiden sebelumnya juga pernah melakukan pelanggaran pada saat menjabat. Selain itu, Donald Trump juga berdalih baru tahu terkait email Hillary Clinton dari WikiLeaks.

    Pada kesaksian hari Rabu, 27 Februari 2019, Cohen mengatakan Donald Trump tidak pernah secara langsung memintanya berbohong kepada Kongres tentang negosiasi gedung pencakar langit Moskow, tetapi Michael Cohen mengatakan dia yakin mengikuti arahan tak langsung Trump untuk menutupi bukti keterlibatannya pada proyek menara Moskow.

    Baca: Bekas Pengacara Tuding Rasis, Trump Sebut Testimoni Memalukan

    Cohen mengatakan dia tidak memiliki bukti langsung bahwa Donald Trump atau tim kampanye-nya berkolusi dengan Moskow selama periode kampanye, tetapi dia meyakini ada sesuatu yang janggal selama kampanye, namun tidak menyebut secara spesifik.

    Dugaan kolusi adalah isu utama investigasi Rusia yang dilakukan penasihat khusus FBI Robet Mueller, yang menyelidiki Donald Trump selama dua tahun pertama masa jabatannya.

    MUHAMMAD HALWI | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.