Michael Cohen Bersaksi, Tunjukkan Cek Uang Tutup Mulut dari Trump

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Cohen bersaksi di depan Kongres As, 27 februari 2019.[REUTERS]

    Michael Cohen bersaksi di depan Kongres As, 27 februari 2019.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pengacara pribadi Donald Trump, Michael Cohen, menunjukkan salinan cek senilai US$ 35.000, atau Rp 492 juta, untuk pembayaran tutup mulut dari Trump selama bersaksi di depan Kongres.

    Michael Cohen bersaksi di depan Kongres, pada Rabu pukul 10 pagi waktu setempat, dikutip dari Business Insider, 28 Februari 2019. Cohen menunjukkan kepada anggota parlemen sebuah cek senilai US$ 35.000 yang ditandatangani oleh Trump.

    Baca: Terisak Saat Sidang Vonis, Michael Cohen Menyesal Bela Trump

    Cohen mengatakan bahwa cek tersebut digunakan untuk mengganti pembayaran yang dia lakukan untuk membungkam Stormy Daniels, bintang porno yang diduga berselingkuh dengan Trump selama beberapa tahun lalu.

    Trump berulang kali membantah berselingkuh dan awalnya membantah tidak mengetahui perihal pembayaran uang tutup mulut.

    Salinan cek US$ 35.000 (Rp 492 juta) yang menurut Cohen ditandatangani kepadanya oleh Presiden Donald Trump. [Sky News]

    Cek yang diajukan Cohen ke Kongres nampaknya bertanggal 1 Agustus 2017. Cohen juga menuduh Trump terlibat dalam tindak pidana setelah menjabat presiden. Tuduhan itu berkaitan dengan pembayaran uang tunai Daniels, tetapi Cohen tidak menyebut secara rinci.

    Baca: Bekas Pengacara Trump Divonis 3 Tahun Penjara

    Sebelum Cohen bersaksi, jaksa penuntut di Distrik Selatan New York telah memeriksa apakah ada eksekutif Trump Organization yang melanggar undang-undang dana kampanye sebagai bagian dari skema untuk mengembalikan uang Cohen dan telah melakukan penyelidikan terhadap komite pelantikan Trump, menurut laporan CNN.

    Cohen mengatakan mereka juga memeriksa percakapannya dengan Trump pada musim semi 2018, dua bulan setelah FBI melayangkan surat penggeledahan di rumah, kamar hotel, dan kantor Cohen.

    Cohen mengatakan kepada komite dia tidak dapat berbicara lebih lanjut tentang percakapannya dengan Trump karena sedang diselidiki oleh jaksa.

    "Saya diminta oleh mereka untuk tidak membahas dan tidak membicarakan masalah ini," kata Cohen.

    "Apakah ada kesalahan atau tindakan ilegal lain yang Anda ketahui tentang Donald Trump yang belum kita diskusikan hari ini?" tanya komite. Cohen menjawab, "Ya, dan sekali lagi itu adalah bagian dari penyelidikan yang saat ini sedang dilakukan oleh Distrik Selatan New York."

    Baca: Stormy Daniels Gugat Pengacara Trump, Sebut Uang Rp 1,8 Miliar

    Michael Cohen juga memberikan beberapa kesaksian lain, diantaranya ketika Trump berbicara dengan Roger Stone tentang WikiLeaks dan mengaku dirinya telah memberikan pengarahan kepada Ivanka Trump dan Donal Trump Jr tentang Trump Tower Moscow, serta beberapa kesaksian lain.

    Dalam kesaksiannya, Michael Cohen juga menyebut Donald Trump sebagai seorang rasis dan penipu.

    MUHAMMAD HALWI | BUSINESS INSIDER | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.