Nicolas Maduro Pindahkan 8 Ton Emas dari Bank Sentral Venezuela

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela, Nicols Maduro, memamerkan emas yang konon digali dan diproses di Arco Minero, meskipun para ahli meragukannya. [Twitter Prensa Presidencial @PresidencialVen via Pulitzercenter.org]

    Presiden Venezuela, Nicols Maduro, memamerkan emas yang konon digali dan diproses di Arco Minero, meskipun para ahli meragukannya. [Twitter Prensa Presidencial @PresidencialVen via Pulitzercenter.org]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Venezuela dilaporkan telah memindahkan 8 ton emas dari brankas bank sentral pekan lalu.

    Dikutip dari Reuters, 28 Februari 2019, tiga sumber pemerintahan dan seorang anggota legislatif oposisi mengungkap pemindahan emas, yang mengindikasikan Nicolas Maduro mulai khawatir kehilangan aset karena sanksi.

    Anggota parlemen Angel Alvarado dan tiga sumber pemerintahan mengatakan emas dipindahkan menggunakan kendaraan pemerintahan pada Rabu dan Jumat pekan lalu, ketika tidak ada petugas keamanan di bank.

    Baca: Bertahan dari Emas, Venezuela Gunakan Penambang Liar

    "Mereka berencana menjual emas itu secara ilegal," kata Alvarado.

    Bank sentral belum menanggapi atas pemindahan emas ini.

    Sumber tidak mengatakan ke mana bank sentral mengirim emasnya, namun mereka mengungkap pemindahan emas ini dilakukan bersamaan dengan lawatan luar negeri direktur bank sentral, Calixto Ortega.

    Venezeula telah membawa keluar 23 ton emasnya ke Turki menggunakan pesawat terbang.

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, memegang emas batangan selama pertemuan dengan perwakilan sektor pertambangan di Puerto Ordaz, Venezuela. (teleSUR)

    Bank sentral membeli sebagian dari emas ini dari kamp penambangan emas liar di selatan Venezuela dan mengekspornya ke Turki dan negara-negara lain untuk membiayai pembelian pasokan makanan pokok di tengah krisis.

    Sekitar 20 ton emas juga dikeluarkan dari brankas bank sentral pada tahun 2018, menurut data bank, menyisakan 140 ton tersisa, simpanan terendah dalam 75 tahun terakhir.

    Baca: Ekspor Turki ke Venezuela Naik Drastis, Ada Apa?

    Perusahaan investasi Abu Dhabi Noor Capital pada 1 Februari mengaku membeli 3 ton emas pada 21 Januari dari bank sentral Venezuela dan tidak akan membeli lagi sampai situasi Venezuela stabil. Noor Capital mengatakan pembeliannya sesuai dengan standar internasional dan hukum yang berlaku pada tanggal itu.

    Pemerintah Nicolas Maduro telah berusaha untuk memulangkan sekitar 31 ton emas Venezuela di brankas Bank of England karena khawatir tidak bisa diambil karena sanksi internasional.

    Baca: Amerika Larang Beli Emas Venezuela, Doakan Maduro Pensiun

    Rabu kemarin, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan selama pertemuan PBB di Jenewa, bahwa Bank of England telah memblokir aset pemerintah.

    Pemerintah Nicolas Maduro mulai menjual emas setelah produksi minyak negara jatuh, dan meningkatnya sanksi berimbas pendapatan publik dan menyulitkan Venezuela untuk berutang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.