Menkeu Malaysia: Pengguna Hemat Rp 620 M Jika Jalan Tol Gratis

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng

    Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Malaysia memprediksi para pengguna jalan tol bisa menghemat RM 180 juta atau Rp 620 miliar jika tarif tol dihapuskan.

    Menkeu Lim Guan Eng mengharapkan pelaksanaan akuisisi empat jalan tol dari Gamuda Bhd, di mana ia memiliki saham mayoritas, akan memakan waktu hingga enam bulan untuk memenuhi persyaratan hukum, peraturan dan keuangan.

    Baca: Mahathir: Beban Biaya Ditanggung Pajak Jika Jalan Tol Gratis

    Menteri Keuangan Lim Guan Eng mengatakan pada hari Selasa proyeksi awal memperkirakan pengguna akan menghemat sebanyak RM 180 juta per tahun dengan beralih dari tarif jalan tol normal ke biaya kemacetan, menurut laporan The Star, 27 Februari 2019. Usulan akuisisi jalan tol ini adalah win-win solution untuk semua yang terlibat.

    Terowongan jalan tol SMART di Kuala Lumpur, Malaysia.[THE STAR/ASIA NEWS NETWORK]

    Adapun rincian keuntungan dari penghapusan tarif tol adalah, pertama, pemerintah atau pembayar pajak menghemat RM 5,3 miliar (Rp 18,2 triliun) sebagai kompensasi kepada pemegang konsesi tol untuk terus membekukan kenaikan tarif tol.

    Baca: Akuisisi Jalan Tol Malaysia Diperkirakan Butuh Rp 344 Triliun

    Kedua, pengguna tol menghemat hingga RM 180 juta per tahun dengan pengurangan kemacetan selama jam sibuk, dan ketiga, setiap pengumpulan surplus digunakan untuk membiayai peningkatan dan pemeliharaan sistem transportasi umum kami.

    Sebagai persentase dari pasar jalan tol perkotaan (yang tidak termasuk kelompok PLUS), pangsa pasar dari empat jalan tol ini berdasarkan pada pendapatan tol yang dikumpulkan adalah sekitar 48 persen.

    Baca: Pemerintah Malaysia Mau Ambil Alih dan Gratiskan Jalan Tol

    Empat jalan tol Malaysia yang tarifnya akan dihapuskan adalah Lebuhraya Damansara Puchong (LDP), Sistem Penyuraian Trafik KL Barat (SPRINT), Lebuhraya Shah Alam (KESAS), dan Terowongan SMART (SMART).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.