Rusia Sebut Amerika Kirim Pasukan ke Kolombia, Jatuhkan Maduro

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendukung oposisi meneriaki tentara pasukan keamanan pemerintahan Maduro yang menghadang truk pembawa bantuan kemanusiaan di jembatan Simon Bolivar, Cucuta, perbatasan antara Kolombia dan Venezuela, 23 Februari 2019. Tak hanya menghadang truk masuk, pasukan Maduro juga menutup perbatasan bagian tenggara Venezuela dengan negara bagian Bolivar. REUTERS

    Para pendukung oposisi meneriaki tentara pasukan keamanan pemerintahan Maduro yang menghadang truk pembawa bantuan kemanusiaan di jembatan Simon Bolivar, Cucuta, perbatasan antara Kolombia dan Venezuela, 23 Februari 2019. Tak hanya menghadang truk masuk, pasukan Maduro juga menutup perbatasan bagian tenggara Venezuela dengan negara bagian Bolivar. REUTERS

    TEMPO.COCaracas – Pemerintah Amerika Serikat telah mengirim pasukan khusus ke Puerto Rico dan Kolombia sebagai persiapan untuk menginvasi Venezuela dan menjatuhkan Presiden Nicolas Maduro.

    Baca:

     

    Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev, mengatakan ini seperti dilansir Russia Today dan Sputnik News.

    “Relokasi unit pasukan khusus AS ke Puerto Rico dan pengerahanan pasukan Angkatan Darat ke Kolombia serta fakta-fakta lain menunjukkan Pentagon meningkatkan kehadiran militernya di kawasan ini dengan tujuan menjatuhkan Presiden Maduro,” kata Patrushev pada Selasa, 26 Februari 2019.

    Dia melanjutkan rakyat Venezuela memahami dengan baik hal ini. Ini malah meningkatkan dukungan bagi Presiden Maduro dan mendorong pemerintah untuk menolak bantuan dari negara agresor.

    Baca:

     

    Selama ini, Maduro menolak pengiriman bantuan AS lewat perbatasan Cucuta, Kolombia, dengan memblokir tiga jalur lintas penghubungan kedua negara dengan membarikade menggunakan mobil tanker dan kontainer.

    Namun, tokoh oposisi Juan Guaido, yang telah menyatakan dirinya sebagai Presiden interim dukungan AS, mendesak militer membuka barikade itu pada akhir pekan lalu. Terjadi kerusuhan dengan dua truk pengangkut bantuan terbakar saat hendak melintas masuk ke perbatasan Venezuela.

    Militer pro Maduro menembakkan gas air mata dan peluru karet terhadap warga yang mencoba mengawal konvoi bantuan. Dua orang tewas dan sejumlah orang lainnya terluka seperti dilansir Reuters.

    Baca:

     

    Presiden Donald Trump menyatakan opsi untuk mengirim militer ke Venezuela sebagai opsi di atas meja. Penasehat keamanan nasional Gedung Putih, John Bolton, pernah menunjukkan catatan soal pengiriman sekitar 5000 pasukan ke Kolombia.

    Presiden Kolombia, Ivan Duque, datang bertemu Presiden Trump di Gedung Putih pada pekan lalu. Keduanya membahas opsi penanganan krisis Venezuela. Keduanya meminta Maduro mundur.

    Baca:

     

    Saat ini, Maduro didukung oleh Rusia, Cina, Turki, Kuba dan Meksiko. Brasil, yang mendukung Maduro untuk mundur, mengatakan negaranya tidak akan menjadi lokasi masuknya pasukan AS ke perbatasan Venezuela.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.