Eks Bos FBI: Trump Lebih Percaya Putin Daripada Intelijen AS

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump memberikan konferensi pers bersama di Istana Presiden di Helsinki, Finlandia, pada Senin, 16 Juli 2018. (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)

    Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump memberikan konferensi pers bersama di Istana Presiden di Helsinki, Finlandia, pada Senin, 16 Juli 2018. (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Direktur FBI Andrew McCabe mengatakan Presiden Donald Trump mengatakan kepada pejabat intelijen bahwa dia lebih percaya Presiden Rusia Vladimir Putin daripada intelijennya sendiri.

    McCabe mengatakan dia diberitahu oleh seorang pejabat FBI bahwa Trump diyakinkan Putin bahwa Korea Utara tidak mampu menyerang Amerika Serikat dengan rudal balistik, meskipun intelijen Amerika mengklaim sebaliknya.

    Baca: Trump Mengecam Investigasi FBI Terhadap Dirinya

    "Saya tidak peduli, saya percaya Putin," kata Trump mengatakan kepada pejabat pemerintah selama percakapan tentang Korea Utara, dikutip dari Daily Mail, 25 Februari 2019.

    McCabe mengaku terkejut mendengar komentar Trump selama wawancara program NBC "60 Minutes" pada Ahad, 17 Februari 2019.

    McCabe mengatakan Trump mulai menghalangi penyelidikan keadilan dan kontra intelijen yang melibatkan Trump dan hubungannya dengan Rusia setelah Trump memecat Direktur FBI James Comey pada Mei 2017.

    Andrew McCabe selama wawancara program "60 Minutes" NBC News.[REUTERS]

    McCabe, yang menjadi direktur pelaksana setelah pemecatan Comey, mengatakan dia merasa terganggu dengan percakapannya dengan Trump setelah pemecatan Comey dan memulai penyelidikan pada hari berikutnya.

    Baca: Sebelum Jadi Presiden, FBI Curiga Trump Bersekongkol dengan Rusia

    Untuk pertama kalinya dalam wawancara NBC, McCabe mengakui ke publik soal investigasi FBI terhadap Donald Trump setelah delapan hari pemecatan Comey, dan penunjukan Penasihat Khusus Robert Mueller untuk mengambil alih investigasi campur tangan Rusia dalam pemilihan AS 2016.

    McCabe mengatakan permintaan Donald Trump kepada Comey untuk menghentikan penyelidikan Penasihat Keamanan Nasional saat itu, Michael Flynn, yang mengaku bersalah berbohong kepada FBI tentang kontaknya dengan Rusia, dapat menjadi dalil obstruction of justice.

    Baca: Eks Bos FBI: Ada Pertemuan Rahasia untuk Lengserkan Donald Trump

    McCabe juga menyebutkan permintaan Trump bahwa Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein menulis memo yang mencantumkan alasan memecat Comey sebagai direktur FBI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.