Dewan Keamanan PBB Izinkan Kim Jong Un dan Delegasinya ke Vietnam

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta yang diyakini membawa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un digambarkan di kota perbatasan Cina, Dandong, Cina, Sabtu, 23 Februari 2019. Pemerintah Cina enggan menanggapi pertanyaan apakah itu kereta api Kim yang melintasi Cina menuju Vietnam. Jika melewati jalur ini, Kim diperkirakan baru akan tiba di Hanoi dalam dua setengah hari. Kyodo/REUTERS

    Kereta yang diyakini membawa pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un digambarkan di kota perbatasan Cina, Dandong, Cina, Sabtu, 23 Februari 2019. Pemerintah Cina enggan menanggapi pertanyaan apakah itu kereta api Kim yang melintasi Cina menuju Vietnam. Jika melewati jalur ini, Kim diperkirakan baru akan tiba di Hanoi dalam dua setengah hari. Kyodo/REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Keamanan PBB untuk kedua kali melunakkan sanksinya terhadap pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dengan mengizinkannya ke Vietnam untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.

    Seperti dilaporkan Vietnam News, 21 Februari 2019, Komisi sanksi PBB telah memberikan pengecualian kepada Kim Jong Un dan sejumlah pejabat tinggi Korea Utara yang masuk dalam daftar sanksi dilarang bepergian keluar negeri untuk mengikuti pertemuan puncak dengan presiden Trump di Hanoi, Vietnam pada 27-28 Februari 2019.

    Kim Jong Un meninggalkan Pyongyang menuju Hanoi, Vietnam dengan mengenderai kereta antipeluru. [RODONG SINMUN/YONHAP]

    Baca: Kim Jong Un Tempuh 4.500 Km untuk Bertemu Trump di Vietnam

    Beberapa diplomat mengungkapkan, Vietnam telah mengajukan pemberian kekecualian tersebut untuk sejumlah pejabat tinggi Korea Utara. Dan seluruh anggota Dewan Keamanan yang terdiri dari 15 negara setuju atas permintaan Vietnam.

    PBB menjatuhkan sanksi kepada Kim Jong Un dan sejumlah pejabat tinggi Korea Utara untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara dan melarang negara-negara yang akan dikunjungi untuk memberikan visa kepada mereka.

    Baca: Kim Jong Un Ikuti Jejak Ayah Naik Kereta Api ke Luar Negeri

    Dalam pertemuan perdana Kim Jong Un dan presiden Trump di Singapura pada Juni lalu, Komisi Sanksi PBB juga mengizinkan para pejabat tinggi PBB terbang ke Singapura.

    "Sanksi masih utuh. Saya belum mencabutnya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

    Pertemuan kedua Kim Jong Un dan presiden Trump akan melanjutkan hasil pertemuan keduanya di Singapura mengenai denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.