Main Drone Dekat Gedung Parlemen Myanmar, Turis Prancis Ditahan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tanpa awak atau drone  terbang di antara bangunan tua  saat memantau keamanan  Konferensi Tingkat Tinggi Menteri Luar Negeri G7 di Lucca , Italia, 11 April.   Drone juga memungkinkan untuk menggunakan beberapa kamera sekaligus. REUTERS/Max Rossi

    Pesawat tanpa awak atau drone terbang di antara bangunan tua saat memantau keamanan Konferensi Tingkat Tinggi Menteri Luar Negeri G7 di Lucca , Italia, 11 April. Drone juga memungkinkan untuk menggunakan beberapa kamera sekaligus. REUTERS/Max Rossi

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang turis asal Prancis terancam menghadapi hukuman hingga tiga tahun penjara karena menerbangkan sebuah pesawat tanpa awak atau drone di dekat gedung parlemen Myanmar. Turis yang diketahui bernama Frenchman Arthur Desclaux, 27 tahun sudah ditahan oleh otoritas Naypyitaw, Myanmar, pada 7 Februari 2019 lalu.

    “Hari ini kami dengan sedih mengumumkan dia (Desclaux) masih ditahan. Kami berharap bisa ada solusi secepatnya. Sesi dengar pada 27 Februari mendatang bisa menyelesaikan situasi ini dan Desclaux bisa dibebaskan,” kata Konsul Kedutaan Prancis di Myanmar, Frederic Inza, seperti dikutip dari channelnewsasia.com, Minggu, 24 Februari 2019.

    Anggota Carabinieri Italia mempersiapkan Pesawat tanpa awak atau drone untuk mengawasi jalannya Konferensi Tingkat Tinggi Menteri Luar Negeri G7 di Lucca , Italia, 11 April. REUTERS/Max Rossi

    Baca: Drone Dianggap Ancaman, Jepang Bikin Pasukan Khusus Drone   

    Desclaux hadir di persidangannya yang pertama pada 22 Februari 2019. Myanmar sangat ketat mengatur penggunaan drone di negara itu, khususnya di tempat-tempat ibadah dan pemerintah.   

    Sebelumnya pada Oktober 2017, tiga wartawan dan supir mereka dijebloskan dipenjara selama dua bulan setelah tertangkap basah bermain drone di area jalan luar komplek parlemen Myanmar. Kejadian ini terjadi saat Lau Hon Meng wartawan asal Singapura dan Mok Choy Lin wartawan asal Malaysia diketahui sedang membuat sebuah film dokumenter untuk TRT, sebuah stasiun TV asal Turki. Keduanya ditahan bersama satu orang wartawan asal Myanmar Aung Naing Soe dan supir mereka bernama Hla Tin.  

    Baca: Cara Aman Menerbangkan Drone     

    Dengan harapan hanya dijatuhi hukuman denda, ketiga wartawan itu akhirnya membuat pengakuan menerbangkan drone ke area gedung parlemen. Namun pengakuan itu tak mempan dan mereka tetap dijebloskan ke penjara melalui undang-undang penerbangan Myamar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.