Pertama Kali Arab Saudi Tunjuk Perempuan Jadi Duta Besar untuk AS

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Rima binti Bandar dipercaya untuk mengisi posisi tersebut mengantikan Pangeran Khalid bin Salman. Sumber: Reuters/news18.com

    Putri Rima binti Bandar dipercaya untuk mengisi posisi tersebut mengantikan Pangeran Khalid bin Salman. Sumber: Reuters/news18.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kerajaan Arab Saudi untuk pertama kali menunjuk perempuan untuk duduk sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat. Putri Rima binti Bandar dipercaya mengisi posisi tersebut menggantikan Pangeran Khalid bin Salman. 

    Dikutip dari straitstimes.com, Minggu, 24 Februari 2019, Pangeran Khalid bin Salman saat ini dimutasi untuk mengisi posisi sebagai Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi. Pangeran Khalid bin Salman adalah adik kandung Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

    Baca: Putra Mahkota Arab Saudi Teken Kerja Sama Rp 140 Triliun di Cina 

    Perombakan ini diduga sebagai upaya Kerajaan Arab Saudi untuk menghentikan protes internasional atas pembunuhan wartawan senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 lalu. Khashoggi yang dikenal suka mengkritik Riyadh lewat tulisan-tulisannya diduga dibunuh di kantor konsulat Arab Saudi di kota Istanbul, Turki. Kasus ini telah membuat renggang hubungan Amerika Serikat – Arab Saudi.

    Baca: Putra Mahkota Arab Saudi Tunda Kunjungan ke Indonesia 

    Setelah berulang kali menyangkal tahu akan kasus hilangnya Khashoggi, 59 tahun, Kerajaan Arab Saudi akhirnya mau mengakui sebuah tim telah membunuhnya di dalam kantor konsulat itu dengan menggambarkannya tewas dalam sebuah operasi.

    Kasus Khashoggi ini tak pelak menjadi tantangan yang harus dihadapi Putri Rima dalam kepemimpinannya. Sejak 2017, Khashoggi diketahui mengasingkan diri ke Virginia, Amerika Serikat menggunakan Green Card dan rutin menulis kolom di surat kabar Washington Post.     

    Putri Rima bakal menghadapi anggota Kongres Amerika Serikat yang marah pada Arab Saudi atas kasus ini dan mengancam akan membuat sanksi tegas pada Riyadh. Kongres Amerika Serikat menilai Mohammed bin Salman yang secara de facto memimpin Arab Saudi harus bertanggung jawab atas pembunuhan brutal ini. Di Riyadh, Putra Mahkota Arab Saudi juga merangkap jabatan sebagai Menteri Pertahanan.    

    “Penunjukan Putri Rima ini sebagai upaya oleh Riyadh untuk mencoba memperbaiki hubungan dengan Washington dan mengalihkan kasus Khashoggi. Namun tampaknya pada praktiknya setidaknya tidak berlaku bagi anggota Kongres,” kata Kristian Ulrichsen, analis politik dari Institute Baker di Amerika Serikat. 

    Kerajaan Arab Saudi telah menyangkal punya sangkut-paut dengan pembunuhan Khashoggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.