Co-pilot Minum Alkohol, Maskapai Jepang Tunda Penerbangan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pesawat Antonov An-12BP. flickr.com

    Ilustrasi pesawat Antonov An-12BP. flickr.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai asal Jepang atau All Nippon Airways (ANA) pada Jumat, 22 Februari 2019 membenarkan terpaksa menunda sebuah penerbangan domestik pada Selasa lalu. Keputusan ini diambil karena dalam uji nafas, co-pilot yang harus bertugas diduga telah mengkonsumsi alkohol.     

    Kasus ini muncul setelah Jepang memperkenalkan aturan baru yang melarang semua pilot mengkonsumsi alkohol setelah sejumlah insiden yang diakibatkan awak pesawat mengkonsumsi alkohol.

    Sebelum aturan ini disahkan pada Januari 2019, Jepang tidak memiliki batasan soal konsumsi minuman keras dan uji nafas oleh para awak pesawat sebelum mereka bertugas

    Baca: Ini Catatan Pilot Sebelum Lion Air Jatuh? Simak Penjelasannya 

    Co-pilot yang tertangkap tak lolos uji nafas itu, sedianya akan menerbangkan burung besi jenis Boeing 777 dengan 322 penumpang pada Selasa, 19 Februari 2019. Pesawat itu hendak terbang dari kota Kobe menuju bandara Haneda di wilayah barat Jepang. Namun penerbangan ini mengalami keterlambatan karena co-pilot gagal uji nafas. Co-pilot yang tak dipublikasi identitasnya mengaku telah mengkonsumsi sekaleng bir di kamar hotel enam jam sebelum bertugas.

    Walhasil, penerbangan ini terlambat lebih dari satu jam karena harus mencari pengganti co-pilot. All Nippon Airways dalam sebuah pernyataan mengatakan akan mengambil sikap tegas dengan kasus ini dan bersikap ketat dengan melarang para pilot serta co-pilot minum alkohol 24 jam sebelum bertugas. Dalam keterangannya, All Nippon Airways mengaku pada tahun lalu pilot yang mabuk telah menyebabkan sejumlah keterlambatan penerbangan.    

    Baca: Viral Keributan di Pesawat Garuda, Pilot Turunkan Penumpang  

    Sebelumnya pada tahun lalu, seorang co-pilot sebuah maskapai asal Jepang dipenjara di Inggris selama 10 bulan karena uji darahnya mengandung alkohol 10 kali lebih banyak dari batas yang ditentukan. Co-pilot itu dilaporkan telah mengkonsumsi dua botol anggur merah dan lebih dari 1,8 liter bir enam jam sebelum penerbangan dilakukan.

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.