4 Fakta Konflik Bantuan Kemanusiaan Maduro Versus Guaido

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela, Ncolas Maduro, menggelar apel siaga dengan tentara loyalis di ibu kota Caracas pada Rabu, 30 Januari 2019. Reuters

    Presiden Venezuela, Ncolas Maduro, menggelar apel siaga dengan tentara loyalis di ibu kota Caracas pada Rabu, 30 Januari 2019. Reuters

    TEMPO.COCaracas – Bantuan kemanusiaan untuk Venezuela menjadi isu yang dipertentangkan antara Presiden Nicolas Maduro dan tokoh oposisi Juan Guaido, yang mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden interim menggantikan Maduro.

    Baca:

    Pro Maduro, Bantuan Kemanusiaan dari Rusia Tiba di Venezuela

     

    Maduro menolak bantuan kemanusiaan dari Amerika Serikat, yang dituding bermuatan politis dan bagian dari upaya kudeta terhadap dirinya.

    Sedangkan Guaido, yang didukung AS untuk menggantikan Maduro, mendesak militer Venezuela membuka jalur untuk bantuan kemanusiaan. Upaya menghalang-halangi bantuan ini bisa dianggap sebagai tindakan pelanggaran HAM.

    “Pada 23 Februari 2019, bantuan kemanusiaan akan masuk Venezuela bagaimana caranya,” kata Guadio seperti dilansir CNN pada Kamis, 21 Februari 2019.

    Baca:

    Rusia juga telah mengirimkan bantuan yang disebut Maduro sebagai suplai yang telah dibayar. Media Tass dari Rusia mengatakan bantuan obat-obatan dan peralatan medis telah sampai di Venezuela kemarin.

    Berikut ini 3 hal mengenai bantuan kemanusiaan yang menjadi pertarungan antara Maduro dan Guaido:

    1. Krisis Ekonomi

    Venezuela sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk. Satu dari 10 orang Venezuela mengalami kekurangan gizi. Ada informasi dari International Organization of Migration yang mengatakan krisis ini memicu terjadinya eksodus sekitar 3 juta warga ke negara tetangga.

    Masuknya bantuan kemanusiaan ini bakal mendongkrak citra oposisi yang dipimpin Guaido. Sebaliknya, ini dianggap sebagai serangan terhadap Maduro, yang selama ini membantah adanya krisis kemanusiaan di Venezuela.

    Baca:

    Guaido Jemput Bantuan, Maduro Ancam Tutup Perbatasan

    “Dampak dari bantuan kemanusiaan ini memang sangat politis,” kata Juan Miguel Matheus, anggota parlemen Venezuela dari kubu oposisi.

    “Tujuan utama dan pertam kami adalah menyediakan bantuan untuk meringankan penderitaan rakyat. Tapi setelah itu kami ingin skak mati Maduro dengan langkah ini.”

    1. Lembaga Internasional Tidak Ikut

    Sejumlah lembaga bantuan internasional seperti Palang Merah dan Caritas, yang merupakan lembaga bantuan kemanusiaan dari gereja Katholik, menolak berpartisipasi dalam kampanye bantuan kemanusiaan, yang digagas Guaido.

    Palang Merah menyebut inisiatif yang digagas oposisi Venezuela sebagai terlalu politis.

    “Tindakan Palang Merah berbasis dua prinsip yaitu kemanusiaan dan netralitas. Netralitas merupakan aspek yang paling pentin dalam situasi seperti ini,” kata Francesco Rocca, Presiden Federasi Internasional Palang Merah dan Masyarakat Bulan Sabit Merah.

    Baca:

    Pentolan Band Pink Floyd Dukung Maduro, Kecam Konser Musik

    Rocca meyakini Venezuela membutuhkan bantuan kemanusiaan tapi penyalurannya harus menjadi kesepakatan bersama. “Hanya lewat kesepakatan  antara dua pihak maka bantuan itu bisa menjadi efektif,” kata dia.

    Ribuan pendukung oposisi turun ke jalan saat melakukan aksi protes menuntut Presiden Venezuela Nicolas Maduro mundur di Plaza Bolivar di Lima, Peru February 2, 2019. REUTERS/Guadalupe Pardo

    Perserikatan Bangsa-Bangsa juga bersikap tidak memihak soal bantuan kemanusiaan ini. PBB meminta kedua pihak melakukan deeskalasi ketegangan.

    1. Bantuan Kemanusiaan

    Amerika Serikat menyatakan menganggarkan bantuan senilai US$20 juta atau sekitar Rp280 miliar untuk membantu Venezuela. Ini berupa pengiriman tiga kargo udara ke Kota Cucuta, Kolombia, yang berbatasan dengan Venezuela. Kanada, Jerman dan Inggris juga sudah menyatakan komitmennya.

    Kolombia menyediakan fasilitas logistik untuk transportasi bantuan. Selain Cucuta, ada titik pengumpulan bantuan dai Brasil dan Curacao, yang berbatasan dengan Venezuela.

    Baca:

    1. Maduro dan Guaido

    Maduro menilai rencana oposisi pimpinan Guaido untuk menjemput bantuan kemanusiaan sebagai jebakan politik sehingga menolaknya. Maduro menilai menerima bantuan asing saat terjadi krisis politik sama saja dengan menerima intevensi politik asing. Apalagi, AS merupakan pendukung utama Guaido. “Bangsa Venezuela bukan pengemis,” kata dia.

    Namun, Guaido tetap berkukuh untuk membawa bantuan kemanusiaan dari AS, yang telah tiba di perbatsan Cucuta, Kolombia, untuk masuk ke Venezuela. Dia berharap jaringan relawan akan mau membawa bantuan itu ke dalam Venezuela dan menembus barikade militer, yang diperintahkan Maduro untuk memblokir akses jalan lintas Venezuela dan Kolombia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.