2 WNI Diduga Dimulitasi di Malaysia, Kemenlu Tunggu Hasil DNA

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, kanan, didampingi Achsanul Habib, Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri, kiri, melakukan konferensi pers. Kamis, 21 Februari 2019. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, kanan, didampingi Achsanul Habib, Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri, kiri, melakukan konferensi pers. Kamis, 21 Februari 2019. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI masih menunggu hasil tes DNA atas dua jasad WNI yang dimutilasi di Malaysia. Berdasarkan hasil tes sidik jari, jasad tersebut terkonfirmasi WNI.

    "Dari sidik jari, itu adalah WNI. Namun Malaysia belum mengkonfirmasi lewat DNA," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, Kamis, 21 Februari 2019.

    Menurutnya, potongan jenazah WNI yang dimutilasi itu akan diserahkan ke pihak keluarga segera setelah hasil tes DNA terbit. Kementerian Luar Negeri dan Malaysia masih berkomunikasi terkait kapan tes DNA ini rampung dilakukan. Otoritas berwenang Malaysia juga masih melakukan investigasi atas kasus ini.

    Satu orang terduga pelaku sudah ditahan untuk dimintai keterangan. Akan tetapi kepolisian Malaysia belum bisa membuat kesimpulan karena proses investigasi masih berlangsung dan masih melakukan pengejaran terhadap satu terduga pembunuh yang diduga warga negara asing.

    Baca: Polri Pastikan Korban Mutilasi di Malaysia Adalah WNI

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, kanan, didampingi Achsanul Habib, Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri, kiri, melakukan konferensi pers. Kamis, 21 Februari 2019. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Baca: Fakta-fakta di Sekitar Mutilasi Pengusaha Bandung di Malaysia

    Sebelumnya pada 29 Januari 2019, ditemukan dua jasad ditemukan dalam kondisi dimutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Jasad itu diyakini WNI bernama Nuryanto, pengusaha tekstil asal Bandung dan mitranya, Ai Munawaroh.

    Kepastian identitas itu diperoleh setelah tim Polri dari Sistem Identifikasi Otomatis Sidik Jari atau Inafis mengidentifikasi sidik jari potongan tubuh korban mutilasi tersebut. Sedangkan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri sebelumnya menjelaskan dugaan kedua korban adalah WNI didasarkan pada pengaduan hilang kontak yang disampaikan oleh 2 WNI kepada KBRI Kuala Lumpur setelah ditemukan 2 jenazah serta identifikasi visual


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.