Wakil Atase Militer Venezuela untuk PBB Akui Juan Guaido

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Wakil atase militer Venezuela di PBB, Kolonel Pedro Chirinos, mengatakan dalam sebuah video di media sosial bahwa ia mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden yang sah.

    Penasihat keamanan nasional Presiden AS Donald Trump, John Bolton, menyoroti pengumuman Chirinos dalam sebuah catatan yang diunggah di Twitter pada hari Rabu tetapi salah mengartikannya sebagai atase militer untuk PBB.

    Baca: Juan Guaido Ingin Venezuela Kembali Berkawan dengan Israel

    "Atase militer Venezuela untuk PBB, Kolonel Pedro Chirinos, telah mengumumkan pengakuan resminya terhadap Juan Guaido sebagai Presiden Sementara Venezuela," kata Bolton dalam catatanya, dikutip dari Reuters, 21 Februari 2019.

    Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan ia tidak mengetahui adanya pemberitahuan dari delegasi Venezuela tentang perubahan pejabatnya.

    Dalam sebuah video yang dibagikan oleh Bolton di Twitter, Chirinos mengidentifikasi dirinya dan menyebut pemerintah Maduro "dibentuk secara ilegal," sambil mengenakan seragam militer dan berdiri di depan bendera Venezuela dan PBB.

    "Saya mengenali, dan menawarkan dukungan dan kepatuhan saya, kepada pemerintah transisi yang dipimpin oleh presiden, Juan Guaido," kata Chirinos.

    Baca: Setelah Maduro, Juan Guaido Juga Minta Bantuan Paus Fransiskus

    Amerika Serikat dan sejumlah negara lain telah secara terbuka mendukung Juan Guaido, yang bulan lalu mengklaim sebagai presiden sementara setelah menyatakan pemilihan kembali Maduro tahun lalu tidak sah.

    Nicolas Maduro mempertahankan dukungan dari Rusia dan Cina dan mengendalikan lembaga-lembaga negara Venezuela, termasuk dinas keamanan. Maduro mengatakan Juan Guaido memimpin kudeta yang didalangi AS terhadapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.