Menhan Venezuela Dukung Maduro, Pertaruhkan Nyawa Hadapi Oposisi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menggelar acara lari bersama tentara loyalis pada 27 Januari 2019. Reuters

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menggelar acara lari bersama tentara loyalis pada 27 Januari 2019. Reuters

    TEMPO.COCaracas – Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, mengatakan militer akan terus mendukung Presiden Nicolas Maduro, yang sedang menghadapi tekanan Amerika Serikat dan pemimpin oposisi setempat untuk mundur.

    Baca:

     

    Padrino menyatakan loyalitasnya bersama sejumlah pejabat tinggi militer Venezuela dalam siaran televisi lokal. Dia mengatakan ini sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan militer Venezuela bahwa pejabat yang tetap setia kepada Maduro bakal sulit mencari tempat berlindung.

    “Mereka tidak akan pernah menerima perintah dari pemerintahan asing manapun. Mereka akan tetap dikerahkan dan berjaga di sepanjang perbatasan, seperti perintah panglima tertinggi, untuk menghindari pelanggaran terhadap integritas wilayah,” kata Padrio seperti dilansir Reuters pada Selasa, 19 Februari 2019 waktu setempat.

    Baca:

     

    Padrino juga mengkritik tokoh oposisi Juan Guadio, yang mendeklarasikan diri sebagai Presiden interim Venezuela menggantikan Maduro. “Mereka yang mencoba menjadi Presiden di Venezuela harus melewati mayat kami dulu.”

    Dalam pidato di hadapan warga keturunan Venezuela dan Kuba di Miami pada awal pekan ini, Trump mendesak militer Venezuela agar mendukung tokoh oposisi Juan Guaido, yang juga Presiden Majelis Nasional atau lembaga parlemen setempat.

    “Anda tidak akan mendapatkan tempat aman untuk bersembunyi, tidak ada pintu keluar yang mudah dan tidak ada jalan keluar. Kalian akan kehilangan semuanya,” kata Trump.

    Baca:

     

    Maduro menanggapi pernyataan Trump itu dengan menyebutnya seperti pidato ala Nazi. Dia menilai Trump memperlakukan rakyat Venezuela seperti budak yang bisa diperintah.

    “Siapakah komandan dari pasukan bersenjata, Donald Trump dari Miami?” kata Maduro. “Donald Trump percaya dia punya kekuasaan untuk memerintahkan angkatan bersenjata Bolivar. Ini merupakan serangan terhadap harga diri dan upaya untuk mempermalukan.”

    Maduro juga mengulangi penolakannya untuk menerima bantuan kemanusiaan dari AS. Dia mengatakan kiriman suplai dari Rusia sebanyak 300 ton telah tiba dan telah dibayar.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sumber: Alex Wong/Getty Images News/Getty Images/bustle.com

    Maduro mengatakan Venezuela bukanlah negara pengemis terkait pemberian bantuan kemanusiaan dari AS. “Mereka ingin memperbudak kita. Itulah yang sebenarnya,” kata dia.

    Baca:

     

    Saat ini, Maduro masih mendapatkan dukungan dari Kuba, Bolivia, Nicaragua, Rusia, Cina dan Turki. Sedangkan Juan Guaido mendapat dukungan dari AS, Uni Eropa, Argentina, Brasil dan mayoritas negara di Amerika Latin.

    Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan Menteri Pertahanan, Vladimir Padrino Lopez. Reuters

    Secara terpisah, seperti dilansir Aljazeera, pemerintah Kuba membantah mengirim pasukan ke Venezuela untuk melindungi Maduro. Ini menanggapi pernyataan Trump pada Senin kemarin bahwa Maduro dilindungi pasukan tentara bayaran dari Kuba. “Biarkan dia tunjukkan buktinya. Pemerintah kami menolak pernyataan keliru ini secara keras,” kata Bruno Rodriguez, menteri Luar Negeri Kuba.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.