Buku Sosiolog Prancis Sebut 80 Persen Imam di Vatikan Gay

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus menyapa jemaah muncul sebelum menyampaikan pesan Paskah-nya dari balkon yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 1 April 2018. Paus menyerukan perdamaian di Tanah Suci Yerusalem dua hari setelah 15 orang Palestina tewas di perbatasan Israel-Gaza. Osservatore Romano/REUTERS

    Paus Fransiskus menyapa jemaah muncul sebelum menyampaikan pesan Paskah-nya dari balkon yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus di Vatikan, 1 April 2018. Paus menyerukan perdamaian di Tanah Suci Yerusalem dua hari setelah 15 orang Palestina tewas di perbatasan Israel-Gaza. Osservatore Romano/REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah buku terbaru karya sosiolog Prancis, Frederic Martel menyebut 80 persen imam di Vatikan adalah gay atau homoseksual.

    Buku berjudul In the Closet of the Vatikan berisikan hasil wawancara Martel dengan lebih dari 1.500 pastor, uskup, dan kardinal dan diterbitkan di 20 negara pada hari Rabu, 13 Februari 2019.

    Baca: Dugaan Pelecehan Seks, Dubes Vatikan untuk Prancis Diinvestigasi

    Buku itu membuat pernyataan menggemparkan bahwa homoseksual tersembunyi begitu banyak di hirarki Gereja Katolik sehingga telah mendistorsi setiap aspek gereja.

    Menurut Martel, menyembunyikan kehidupan ganda oleh begitu banyak pastor telah membuat gereja terdistorsi dengan rasa malu dan terjebak dalam budaya menutup-nutupi.

    "Kebohongan ini telah menimbulkan konsekwensi sangat besar, dari penolakan terhadap keluarga berencana hingga skandal pelecehan anak," kata Martel seperti dilansir dari South China Morning Post, Sabtu, 16 Februari 2019.

    Baca: Paus Fransiskus: Imam, Biarawati LGBT Tidak Diterima di Gereja

    Martel pun menyinggung banyak pertentangan sengit yang dihadapi Paus Fransiskus saat ini ketika dia berusaha mereformasi hirarki dan pelayan sipil, Kuria.

    "Paus memahami sistem dimana ia sendiri jadi seorang tahanan," kata Martel sambil mengutip frase terkenal nya bahwa di bawah kekakuan sering ada kejahatan dan kehidupan ganda.


    Baca: Buku Baru Paus Fransis, Soal Perkawinan dan Juga Homoseksual

    Menurut Martel, kehidupan gay di Vatikan dibagi menjadi lima kelompok. Pertama, imam gay yang tidak mempraktekkannya demi berpegang pada sumpah kesucian mereka. Kedua, mereka yang memiliki hubungan gay tetapi berjuang dengan hasrat mereka. Ketiga, mereka yang menghukum diri mereka sendiri. Kemudian, mereka yang hidup dengan kekasih mereka.

    Terakhir, kelompok homoseksual di hirarki Vatikan yang melibatkan dua kardinal yang dulu dekat dengan Paus Yohanes Paulus II yang pernah terlibat dengan pelacur pria.

    Dampak dari bencana terburuk dari budaya ketertutupan ini adalah skandal pelecehan anak yang telah mengguncang gereja ke pusatnya.

    "Tidak ada kaitan apapun antara pelecehan seksual dan homoseksualitas .Namun imam pelaku pelecehan sangat dilindungi oleh para uskup gay yang takut skandal ini terungkap di media," kata Martel.

    Menurut Martel, reformasi tidak memungkinkan dilakukan. Satu caranya adalah Vatikan mengubah doktrin kesucian bagi para imam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.