Kepolisian Turki Menduga Tubuh Jamal Khashoggi Dibakar di Oven

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jurnalis freelance Indonesia melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Aksi ini menuntut kejelasan atas hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah jurnalis freelance Indonesia melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Aksi ini menuntut kejelasan atas hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, setelah memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Turki pada 2 Oktober lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Turki meyakini tubuh wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi kemungkinan telah dibakar di dalam oven kediaman konsulat jenderal.

    Dikutip dari Reuters, 15 Februari 2019, kata kantor berita pemerintah Turki Anadolu, pada Kamis, mengutip laporan kepolian Turki yang menyakini tubuh Khashoggi dibakar dengan suhu yang sangat tinggi untuk meninggalkan jejak.

    Konsulat Saudi memiliki dua sumur dan tungku gas serta lantai kayu yang dapat mencapai panas lebih dari 1.000 derajat, menghancurkan jejak DNA apa pun, kata Anadolu pada hari Kamis, menurut kepolisian Turki.

    Laporan yang juga diperoleh oleh Middle East Eye, kepolisian Turki mengatakan mereka menemukan dua sumur dan oven tandoori (sejenis tungku tradisional yang dipakai di Timur Tengah) di kediaman konsul jenderal.

    Oven tersebut dapat mencapai suhu hingga 1.000 derajat Celcius dan "dapat menghancurkan semua bukti DNA tanpa jejak", kata polisi dalam bagian laporan berjudul "Mereka membakar oven setelah eksekusi".

    Baca: HAM PBB: Jamal Khashoggi Korban Pembunuhan Berencana

    Setelah membuat banyak pernyataan kontradiktif tentang nasib Khashoggi, Riyadh mengatakan Khashoggi telah terbunuh dan tubuhnya hancur ketika negosiasi untuk membujuknya kembali ke Arab Saudi gagal.

    Polisi percaya informasi yang diperoleh dalam penyelidikan menunjukkan bahwa tubuh Khashoggi yang dimutilasi mungkin telah dibakar.

    Meskipun kepolisian Turki memeriksa konsulat Saudi di Istanbul, kediaman konsulat jenderal Saudi dan beberapa lokasi lainnya, namun tubuh Khashoggi belum ditemukan.

    Baca: Tunangan Jamal Khashoggi Terbitkan Buku

    Ahli forensik dari kepolisian Turki tiba di Konsulat Jenderal Arab Saudi untuk melakukan olah TKP di Istanbul, Turki, 17 Oktober 2018. Rekaman tersebut menunjukkan Jamal Khashoggi ditangkap lalu diinterogasi sejumlah petugas Arab Saudi. REUTERS/Huseyin Aldemir

    Pembunuhan Khashoggi menandai hubungan yang rumit antara Turki dan Arab Saudi, meskipun Presiden Turki Tayyip Erdogan memiliki hubungan baik dengan raja Saudi, Raja Salman.

    Baca: Terungkap, Percakapan MBS Berniat Tembak Mati Jamal Khashoggi

    Erdogan mengatakan pembunuhan Khashoggi diperintahkan oleh tingkat tertinggi kepemimpinan Saudi dan telah berulang kali meminta pejabat Saudi untuk mengidentifikasi "kooperator lokal" yang terlibat dalam pembunuhan itu. Riyadh telah menolak tuduhan bahwa putra mahkota terlibat.

    Rekaman dari laporan polisi yang ditayangkan di televisi Turki menunjukkan seorang pria yang diyakini sebagai peniru Khashoggi berjalan bersama seorang pria yang menurut polisi adalah "kooperator lokal" dalam kasus tersebut. Identitas pria itu tidak diketahui.

    Baca: Pelapor Khusus PBB Mulai Selidiki Pembunuhan Jamal Khashoggi

    Polisi Turki juga percaya Hatice Cengiz, tunangan Jamal Khashoggi, mungkin menjadi korban kedua dalam pembunuhan itu jika dia ikut memasuki konsulat Saudi dengan Khashoggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.