Musisi Uighur Ternama Diduga Disiksa Sampai Mati Selama Penahanan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdurehim Heyit.[Yeni Safak]

    Abdurehim Heyit.[Yeni Safak]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dan musisi ternama Uighur yang ditahan dan diduga disiksa selama penahanan, meninggal pada hari Sabtu dalam tahanan pada usia 55 tahun.

    Abdurehim Heyit diduga telah mengalami dua tahun penyiksaan brutal di wilayah Otonomi Uighur Xinjiang China bagian barat laut, seperti dikutip dari media Turki, Yeni Safak, pada 14 Februari 2019.

    Baca: Cina Diam-diam Pindahkan Tahanan Uighur dari Xinjiang, Kenapa?

    Heyit, dilaporkan telah ditangkap karena salah satu lagunya yang berjudul "Atilar" dalam bahasa Uighur, atau "Forefathers" yang bermakna leluhur atau nenek moyang.

    Dia ditahan tanpa dakwaan apa pun di "kamp pendidikan ulang" di Urumqi sejak 2017.

    Uighur, kelompok etnis Turki yang membentuk 45 persen dari populasi Xinjiang, menuduh Cina melakukan kebijakan represif yang menghambat kegiatan keagamaan, komersial, dan budaya mereka.

    Baca: Kisah Aktivis Uighur 13 Tahun Tak Pulang ke Cina

    Didirikan dengan dalih pendidikan ulang politik untuk populasi Muslim Cina, Beijing telah meningkatkan pembangunan kamp-kamp tahanan dalam tiga bulan terakhir, memperluas mereka dengan tambahan 700.000 meter persegi, menurut tangkapan citra satelit.

    Bangunan pusat pendidikan keterampilan kejuruan untuk Muslim Uighur di Dabancheng, Xinjiang, Cina, 4 September 2018. Para aktivis HAM menilai tempat tersebut lebih mirip kamp konsentrasi zaman perang. REUTERS

    Kamp penahanan Muslim Cina telah menarik kritikan dari komunitas internasional karena Beijing terus-menerus menyangkal keberadaan mereka dan berulang kali menolak tuduhan persekusi terhadap minoritas Uighur selama bertahun-tahun. Namun pemerintah Cina menyebut kamp itu sebagai kamp vokasi atau pelatihan kerja.

    Baca: PBB Didesak Investigasi Penahanan Massal Muslim Uighur di Cina

    Wilayah Xinjiang adalah rumah bagi sekitar 10 juta orang Uighur. Kelompok Muslim Turki yang berjumlah sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang, telah lama menuduh pemerintah Cina melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi masyarakat Uighur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.