Atas Nama Mullah Omar Saya Ucapkan Terima Kasih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Posisi Duta Besar Afganistan untuk Pakistan Mulla Abdul Salam Zaeef, sejak Jumat (13/10) pekan lalu digantikan oleh Muhammad Suhail Shaheen. Wakil Dubes itulah yang kini menjadi penghubung Taliban dengan masyarkat internasional. Beliau dipanggil pulang Mulla Muhammad Umar ke Kandahar, Afganistan,kata Shaheen, 45 tahun. Kandahar adalah basis pemerintahan Taliban, tempat itupula yang direbut pertama kali oleh Pasukan Taliban dari Pasukan Pemerintahan Mujahidin yang dipimpin Presiden Burhanuddin Rabbani, pada 1994.

    Pemanggilan Zaeef berkaitan dengan situasi setelah sepekan pengeboman Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya terhadap bumi Afganistan. Meski sejak kepulangan Zaeef, tak ada lagi pernyataan pers, namun setiap harinya puluhan wartawan masih bergerombol di depan pintu gerbang satu-satunya perwakilan Afganistan yang ada di luar negeri.

    Biasanya jumpa pers digelar pukul 14.00 waktu setempat. Mungkin besok, Jumat,kata seorang penjaga pintu gerbang. Tapi, penjaga itu sudah mahfum dengan TEMPO dan Republika yang sudah tiga hari selalu datang. Setelah menunggu hampir tiga jam, akhirnya diizinkan menemui Wakil Dubes Muhammad Suhail Shaheen, Rabu (17/10).

    Berikut petikan wawancara dengan pria lulusan Fakultas Pendidikan Universitas Kabul, yang mengaku pernah menjadi editor di Kabul Times itu, di ruangan berukuran 4 x 4 meter yang hanya ditutupi selembar kain.

    Saat ini ada usaha-usaha untuk mempersiapkan pemerintah baru di Afganistan setelah nanti Taliban berhasil dikalahkan. Contohnya seperti yang saat ini sedang diupayakan melalui mantan raja Zahir Shah dengan membentuk semacam dewan rakyat Afganistan. Bagaimana menurut anda upaya seperti itu?

    Ide ini bukan timbul dari rakyat Afgan. Ide ini tampaknya akan dipaksakan dibawa masuk dan diterapkan di Afganistan oleh Amerika. Ini juga merupakan bagian dari agenda Amerika untuk menghancurkan sistem pemerintahan Islam yang kami terapkan. Amerika ingin menghancurkan pemerintahan Islam, yang merupakan hasil perjuangan panjang para mujahid. Perjuangan yang telah mengorbankan 2 juta nyawa para mujahid.

    Mereka rela mati untuk perjuangan tersebut, untuk mengusir pemerintahan boneka yang diterapkan Uni Soviet. Usaha menciptakan pemerintahan baru tersebut adalah usaha untuk menciptakan pemerintahan boneka baru di Afganistan. Dan dapat diramalkan, bahwa pemerintahan itu nanti bukan dalam bentuk pemerintahan Islam, dan rakyat Afganistan pasti akan menolaknya. Karena kami sekarang berada dipihak rakyat Afganistan dan juga di pihak Islam, maka kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan.

    Namun pemerintah Taliban, sekarang ini, kan tidak memerintah seperti cara-cara demokrasi umumnya. Rakyat tak diberi kesempatan berpartisipasi dalam politik. Sebenarnya pemerintahan macam apa yang ingin dibangun Taliban di Afganistan dan apa, sih, yang anda maksud dengan pemerintahan dengan sistem Islam?

    Kami tak ingin mengikuti sistem demokrasi yang diterapkan Barat. Kami mencoba menerapkan demokrasi menurut sistem Islam. Dan keduanya adalah berbeda. Apa yang kami lakukan adalah yang berasal dari sistem pemerintahan Islam bukan sistem yang berasal dari barat. Dalam sistem Islam, kami mempunyai sistem ekonomi dan sistem social, tersendiri. Semua sistem tak perlu tergantung pada sistem yang dibangun oleh barat.

    Islam selain mengatur masalah sembahyang, jugmempunyai sistem yang lengkap, yang semuanya diajarkan, yang bisa dipakai untuk memecahkan masalah ekonomi, sosial, hukum. Dalam semua bidang. Tetapi selama ini semuanya belum lengkap kami terapkan dan sosialisasikan. Anda tahu, kami (Taliban) saat ini sedang dalam situasi perang. Selain itu kami juga tak mempunyai cukup dana untuk menegakkan sistem tersebut.

    Soal pendidikan wanita. Kabarnya pemerintahan Taliban melarang wanita memperoleh pendidikan, kan artinya itu bukan berasal dari sistem dalam Islam?

    Memang, dalam masalah pendidikan perempuan, selama ini kami disalahkan karena dianggap melarang pendidikan wanita. Kami mendapat banyak kritikan dalam soal pendidikan wanita ini.Yang benar adalah kami tak menentang pendidikan wanita. Anda tahu bahwa saat ini ada sekitar 1.200 wanita yang mengikuti pendidikan tinggi di Kabul, di Jalalabad, di Herat, Mazar-i-Sharif. Mereka adalah kelompok pertama wanita yang akan menyelesaikan sekolahnya. Mereka kebanyakan dididik di Fakultas kedokteran.

    Namun, dalam pendidikan saat ini kami memberikan prioritas utama kepada para lelaki. Prioritas ini, karena kami tak punya cukup anggaran. Anggaran dan fasilitas kami tak sebanyak yang dimiliki seperti di Eropa ataupun di Amerika. Banyak fasilitas pendidikan di Afganistan hancur saat perang melawan Uni Soviet, dan kami sedang berusaha membangunnya kembali. Kami juga akan membangun fasilitas pendidikan untuk wanita-wanita kami kelak bila saatnya tiba.

    Tapi kami juga tak ingin menerapkan sistem pendidikan wanita seperti yang diterapkan di Eropa dan Amerika. Kami mengatakan tidak. Islam mempunyai budaya yang berbeda. Islam mempunyai pandangan sosial dan kebudayaan yang berbeda dengan mereka (AS dan Eropa). Kami akan membangun fasilitas untuk pendidikan wanita-wanita kami, tapi semuanya akan berdasarkan culture dan sosialisasi kami.

    Namun, kenapa barat ingin menekan kami kebudayaan dan cara-cara mereka. Kami mempunyai kebudayaan tersendiri berdasarkan agama kita sendiri. Allah yang maha agung telah memerintahkan kita untuk menegakkan kebudayan berdasarkan Islam. Jadi kenapa kita harusnya mengikuti cara-cara barat dan tunduk kepada mereka. Tetapi mereka (barat) ingin kami mengikuti cara-cara mereka. Mereka mengatakan kami tak akan berhasil jika memakai cara yang kita yakini. Mereka mencoba membangun konspirasi melawan Islam dan hukum-hukumnya.

    Dan mereka (barat) melihat kami sebagai pemerintahan yang berbahaya bagi mereka. Coba pikirkan, apa yang telah kita dapat dari barat. Dulu negara kami menuruti cara mereka dan apa yang kami dapat. Saat ini negara terbelit hutang, banyak negara Islam yang terjepit utang dari IMF, juga utang itu terus meningkat, belum lagi kewajiban bunganya. Setiap tahun jumlahnya meningkat. Semuanya tak juga dapat menciptakan lapangan kerja. Anda lihat betapa parahnya penggangguran di negara-negara Islam. Termasuk di negara anda (Indonesia -Red) juga bukan?

    Barat selalu berusaha memaksakan kondisi. Persyaratan mereka terhadap negara-negara muslim.Kita tak memperoleh apapun dari apa yang mereka lakukan. Kita harus mencoba sistem kita sendiri. Sistem yang telah ditegakkan Allah untuk kita, umat Islam. Jika kita benar-benar mengikutinya, saya harap maka kelak tak ada lagi pengangguran, masalah keuangan, tidak ada lagi ketidakadilan sosial, hukum di semua bidang. Atau akan ada lagi persoalan-persoalan seperti itu.

    Contohnya, semuanya pernah diterapkan pada zaman Khulafaur Rasyidin (empat Khalifah setelah nabi -Red). Memang, sekarang kami mempunyai persoalan di bidang akedemis dan pendidikan. tapi kami ingin mengikuti cara-cara pendidikan yang dibenarkan menurut sistem Islam. Kami mempunyai persoalan ekonomi saat ini. Tapi kami percaya, bila kami menerapkan dan mengikuti sistem Islam, maka persoalan yang ada saat ini akan tak terjadi lagi.

    Banyak orang Afganistan sendiri bekas para pejuang mujahidin mengecam Pemerintah Taliban tak seperti pemerintahan umumnya. Misalnya; anda tak punya parlemen, tak punya Mahkamah Agung?

    Kami mempunyai lembaga peradilan seperti Mahkamah Agung dengan Ketuanya Mulla Sakheed. Jadi tak benar semua tuduhan itu. Tentang parlemen, kami tak menyebutnya parlemen, kami menyebutnya sebagai lembaga syura -- majelis syura, kami mempunyai majelis syura. Bila ada persoalan bangsa, kami membawanya ke majelis itu. Anggota syura akan berkumpul membahasnya, dan mereka akan memutuskannya.

    Namun, orang-orang yang sinis kepada kami, mereka ingin majelis syura kami berjalan seperti apa yang diterapkan di barat, seperti parlemen. Tapi kami tak ingin menerapkan sistem pemerintahan yang dianut barat. Kami muslim, dan kami harus membangun negara kami dan sistemnya berdasarkan agama kami. Itulah yang kami percayai. Dan kami mempunyai hak untuk membangun pemerintahan berdasarkan agama kami.

    Seperti apa bentuk Majelis Syura itu dan siapa anggota-anggotanya?

    Mereka berasal dari seluruh lapisan masyarakat kami.

    Apakah etnis-etnis minoritas, terwakili dalam majelis itu?

    Ya, mereka [itu] ada yang berasal dari etnis Tajik (Tajikistan Red), Uzbek (Uzbekistan Red). [Jadi] tak semuanya dari Pasthoo, etnis mayoritas di Afghanistan (Anggota Taliban juga didominasi etnis Pasthun). Kami mempunyai banyak menteri yang berasal dari etnis-etnis non Pasthoon. Contohnya, menteri urusan pengungsi Maulvi Abdul Rakheel adalah keturunan etnis Tajik. Menteri urusan Haji dan Wakaf juga seorang Tajik.

    Dan kami juga mempunyai banyak penjabat pemerintahan yang juga berasal dari etnis Tajik dan Uzbek. Jadi tak seperti yang digambarkan orang, seperti yang dipropagandakan oleh orang-orang yang tak menyukai kami. Kami juga mempunyai Majelis Syura di tingkat lokal, di kota-kota dan Dewan Syura di desa, semua itu menurut susunan pemerintahan kami. Bila ada persoalan di wilayah yang bersangkutan maka akan dibawa ke majelis-majelis syura ini.

    Di televisi yang saya tonton digambarkan bagaimana seorang milisi Taliban memukul wanita dan membunuh rakyat seenaknya, seperti yang disiarkan di BBC dan CNN. Apa benar pemerintah anda seperti itu?

    Saya tak tahu soal film siaran seperti itu. Tapi saya yakin semuanya tak benar. Itu bukan film yang menggambarkan keadaan sebenarnya. Saya tahu, bahwa film seperti itu pernah dibuat di sini (di Pakistan) di sebuah studio. Gampang saja, penciptanya memakaikan baju yang sering dipakai oleh kami dari Taliban dan bila orang itu memakainya, maka nampak tak ada bedanya dengan kami.

    Saya tahu film seperti itu pernah dibuat di Peshawar, di bagian selatan. Mereka membuatnya untuk memburuk-burukkan kami. Kami adalah korban dari sebuah propaganda. Dan cara-cara seperti itu tentunya untuk memperlihatkan betapa buruknya kami, kepada rakyat Indonesia juga kepada dunia, sehingga mereka tertipu dan memandang Taliban adalah kejam.

    Bagaimana dengan banyaknya warga muslim Indonesia mendukung pemerintah Afganistan yang kini menghadapi serangan AS?

    Saya atas nama Mullah Omar (pemimpin Taliban) mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut. Kita warga muslim adalah bersaudara. Kita seperti satu badan. Dan apabila ada bagian dari badan itu sakit, maka rasa sakit itu juga dirasakan oleh saudara muslim lainnya. Perasaan satu badan itu sama dengan situasi yang saat ini terjadi di Afganistan. Sebagai saudara sesama umat muslim, kita merasakan sakit, bahagia bersama.

    Sebagai sesama muslim, kami menghargai saudara-saudara kami muslim di Indonesai yang turut merasakan penderitaan kami saat ini. Perasaan yang sama juga dirasakan oleh umat muslim di Malaysia dan di seluruh dunia. Karena kita adalah saudara maka kita merasakan kesusahan atau pun kegembiraan bersama. Dan kini umat muslim berada di bawah serangan Amerika, yang sebenarnya ingin memaksakan cara-cara mereka dalam memerintah.

    Mereka ingin menghancurkan pemerintahan dengan sistem Islam yang sedang dibangun di Afganistan. Mereka menyerang kami dengan tuduhan mendukung terorisme, sebagai alasannya. Saya tekankan kepada saudara-saudara kami di Indonesia, kami tidak mendukung terorisme. Kami mengecam terorisme. Tentang Usamah bin Ladin, kami telah mengatakan kepada Amerika bahwa jika mereka mempunyai bukti yang nyata atas kesalahan saudara saya Usamah, berikan kepada kami. Dan kami akan mengadilinya.

    Tapi bila tak ada bukti, kenapa kami harus menyerahkan saudara kami kepada Amerika. Kenapa kami harus menyerahkan saudara kami seorang muslim yang juga seorang mujahid, bila ternyata tak ada bukti. Kami tak akan tunduk pada negara superpower seperti Amerika. Kami hanya tunduk dan patuh kepada Allah, pencipta alam semesta ini. Apa yang terjadi saat ini, adalah bagian dari salah satu agenda jangka panjang Amerika, untuk menghancurkan kesadaran umat Islam terhadap agamanya.

    Mereka ingin menghancurkan semangat jihad kebangkitan gerakan Islam. Dan dengan itu mereka ingin mengganti pemerintah Afganistan yang saat ini berjalan dengan sistem Islam, dan dengan membawa pemerintah baru yang mereka setujui di Kabul. Semuanya dilakukan untuk kepentingan Amerika untuk menguasai wilayah Asia Tengah. Dan mereka juga ingin menguasai seluruh wilayah di Asia, sebagai jaminan bahwa tak akan ada lagi gerakan kebangkitan Islam.

    Apa harapan Anda terhadap umat Islam di Indonesia, untuk kepentingan negara Anda. Sebagian umat Islam Indonesia telah menyatakan siap berjihad untuk rakyat Afganistan?

    Pertama, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih untuk semua simpati dan dukungan yang telah disampaikan umat muslim Indonesia. Saya tahu bahwa banyak demonstrasi besar telah digelar di Indonesia untuk mengecam serangan AS terhadap negara kami. Mereka rela menumpahkan darahnya untuk mendukung kami. Saya mengucapkan terima kasih.

    Dukungan yang telah diberikan kepada kami, tidak saja untuk kami, tapi juga mereka (umat Islam Indonesia) berikan untuk Allah dan untuk Islam. Semua karena kita mempunyai tujuan yang sama. Kami tak bisa membalas apa yang telah dilakukan umat Islam Indonesia untuk kami. Biarlah Allah yang akan membalasnya. Bagi umat Islam, hidup ini hanyalah sementara, Allah yang akan menentukan semuanya.

    Tapi banyak umat Islam Indonesia ingin berjihad bersama rakyat Afgan melawan AS. Apa itu perlu?

    Saat ini, mari kita tunggu pasukan AS masuk ke Afganistan. Dan selanjutnya, mereka (AS) akan melihat semua umat Islam di dunia akan bersatu dan datang ke Afganistan. Mereka akan datang untuk berjuang bersama, berdampingan dengan rakyat Afganistan dan gerakan Taliban. Dan saya harap saat ini akan tiba. Dan saya berharap umat Islam dunia akan berdatangan ke Afganistan. Saat ini begitu banyak permintaan kepada kami untuk menerima kedatangan umat Islam dunia ke Afgan untuk ikut berjihad melawan AS. Tapi saya berpesan tunggulah saatnya bila pasukan AS datang.

    Apakah anda punya kontak dengan seseorang ataupun dengan organisasi tertentu di Indonesia? Tidak, tapi kita adalah satu badan. Allah juga berfirman bawa kita umat Islam harus bersatu dan saling berhubungan satu sama lain, semuanya karena satu agama, Islam. Dan dalam agama kita, maka tak ada perbedaan apakah mereka rakyat Afgan ataupun rakyat Indonesia. Semua kita adalah bersaudara.

    Apakah benar Taliban mengirimkan dana kepada organisasi Islam di Indonesia untuk gerakan mereka melawan AS?

    Tidak, tidak ada, kami saja kekurangan disini, bagaimana kami mampu mengirimkan dana untuk mereka. Jadi tidak benar tuduhan bahwa kami membiayai organisasi Islam di Indonesia untuk melawan Adan sekutu-sekutunya. Semua yang terjadi saat ini adalah biaya yang harus ditanggung umat Islam.

    Soal Jihad?

    Kita umat Islam harus mengerti benar bahwa jihad tak dapat disamakan begitu saja dengan berperang. Di Afganistan saat ini tak ada perang. Yang ada saat ini adalah jihad. Dan jihad adalah berjuang di jalan Allah untuk menegakkan ajaran Islam. Jihad memperjuangkan ajaran Islam bukanlah jihad untuk rakyat Afgan, bukan jihad untuk rakyat Indonesia, untuk rakyat Arab. Tapi adalah perjuangan untuk menegakkan hukum-hukum Allah.

    Tanpa dukungan Allah, maka kita tak akan mampu berbuat apa-apa. Saat ini kami menawarkan diri kami kepada Allah, menyerahkan diri kepada Allah, untuk mencoba menegakkan negara dengan sistem Islam. Dan kami yakin Allah akan memberi ganjarannya. Nah, saat ini begitu banyak rumor yang disebarkan oleh musuh-musuh kami, umat Islam, untuk mengacaukan dan memecahkan seluruh umat Islam di dunia, dengan mensalahsartikan soal jihad sama dengan terorisme. Sehingga gerakan mendukung kami dan mendukung Islam serta anti AS dianggap jaringan terorisme.

    Apakah anda percaya Taliban dapat bertahan terhadap serangan AS?

    Ya. Kami akan bertekad untuk bertahan. Dan kami percaya banyak warga muslim dunia mendukung perjuangan kami. Kami tak akan menyerah kepada Amerika. Kami juga tak akan membiarkan Amerika bercokol di Afganistan. Tentunya saja mereka mampu untuk itu, Mereka mempunyai segalanya seperti senjata dan dana. Tapi perlu diingat saat Uni Soviet menduduki negara kami. Menduduki Afganistan adalah mudah. Tapi untuk menaklukkan rakyat Afganistan adalah lebih sukar dari pada hanya menduduki tanah kami. Kita lihat saja nanti! (Ahmad Taufik)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.