100 Orang Tewas Akibat Minum Miras Oplosan di India

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban selamat dari miras oplosan di India, 7 Februari 2019. [INDIA TIMES]

    Korban selamat dari miras oplosan di India, 7 Februari 2019. [INDIA TIMES]

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 100 orang tewas di dua negara bagian India setelah meminum minuman keras atau miras oplosan saat mengadakan ritual pemakaman anggota keluarga.

    Menurut laporan India Times, sebagian besar korban tewas adalah anggota keluarga yang sedang berduka di negara bagian Uttar Pradesh dan Uttarakhand. Terbanyak jatuh korban, 70 orang berasal dari Saharanpur di Uttar Pradesh.

    Baca: Tenggak Miras Oplosan Bikinan Sendiri, Remaja 15 Tahun Tewas

    Miras oplosan metanol dan alkohol itu dibagikan pada saat acara hari ke 13 ritual pemakaman anggota keluarga pada 7 Februari 2019. Miras itu ditaruh dalam bungkus plastik dan dijual tak kurang dari 50 rupee.
    Miras oplosan berharga murah ini sudah biasa dijual di wilayah ini.

    " Dia mengeluh lambungnya sakit sekali, saya bawa dia berobat. Dia sudah membaik kemudian dan tidur setelah tiba di rumah. Namun rasa sakit masih terasa, lalu kami bawa kembali ke rumah sakit dan mereka menerimanya," kata salah seorang istri korban, Hira Lal seperti dikutip dari Reuters.

    Baca: 29 Orang Tewas Akibat Minuman Keras Oplosan di Malaysia

    Menurut wali kota Saharanpur, Alok Kumar Pandey, sejumlah dokter menyimpulkan bahwa banyak korban meninggal akibat infeksi lever dan bermasalah di sistem pernafasan.

    Polisi menangkap 4 orang yang diduga penyebab kematian massal tersebut.

    Baca: Ini Penyebab MIras Oplosan Bisa Bikin Buta, Masih Berani Minum?

    Namun India Times melaporkan, kematian lebih dari 100 orang akibat meminum miras oplosan di dua negara bagian ini memunculkan ketegangan politik di Kongres. Ada yang menuntut kompensasi kepada korba, desakan mundur pejabat tertinggi, hingga konspirasi politik kubu antar partai politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.