5 Poin Menarik Soal ISIS di Irak dan Suriah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejuang dari Pasukan Demokrat Suriah (SDF) berdiri di dekat kuil Uwais al-Qarni yang hancur di Raqqa, Suriah 16 September 2017.[REUTERS / Rodi Said]

    Pejuang dari Pasukan Demokrat Suriah (SDF) berdiri di dekat kuil Uwais al-Qarni yang hancur di Raqqa, Suriah 16 September 2017.[REUTERS / Rodi Said]

    TEMPO.CODamaskus -- Pasukan milisi Kurdi yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah atau SDF mulai menyerang basis terakhir kelompok teroris ISIS di Provinsi Deir Az Zor di Suriah timur sejak Sabtu sore, 9 Februari 2019. 

    Baca:

    ISIS merupakan sempalan dari kelompok Al Qaeda. Kelompok ini juga dikenal dengan istilah Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) dan Islamic State.

    Kelompok ini menyatakan akan mendirikan kekalifahan di wilayah Irak dan Suriah dengan menerapkan hukum syariah berdasarkan tafsiran mereka tentang Islam.

    Baca:

    Berikut ini beberapa poin mengenai kelompok teroris, yang sekarang bersembunyi di Provinsi Deir Az Zor di Suriah, yang berbatasan dengan Irak:

    1. Wilayah

    Kelompok ini sempat menguasai sekitar 88 ribu kilometer wilayah dengan basis di Mosul Irak dan Raqqa di Suriah pada 2014 saat mendeklarasikan pendirian ISIL. Wilayah ini terus menerus berkurang hingga pada 2017 kedua kota besar itu berhasil dikuasai pasukan Irak dan Suriah. Saat ini, ISIS hanya menguasai sekitar 52 kilometer persegi di Lembah Sungai Eufrat dan memiliki 1000 – 1500 orang milisi.

    Baca:

    1. Merusak Situs

    Kelompok ini berkampanye secara terbuka merusak situs budaya dan agama di Iraq and Suriah, seperti kota kuno Assyrian Nimrud, yang berusia 3000 tahun, pada Mare 2015.

    Mereka juga merusak artefak di museum Mosul dan naskah kuno di perpustakaan Mosul. Situs ibu kota Assyrian di Khorsabad juga dihancurkan pada Maret 2015.

    Di Suriah, kelompok ISIS merusak situs peninggalan pra Kristen, Kristen dan Islam, menurut temuan PBB. Ini seperti kota kuno Bosra, Masjid Agung Aleppo yang berdiri dari abad 8, dan benteng pasukan Kristen Crac des Chevaliers dari abad 11.

    Baca:

    1. Penculikan

    Kelompok ini sempat menyandera sekitar 3.500 orang, yang kebanyakan warga dari etnis Yazidi beberapa kelompok minoritas lainnya. Kelompok teroris ISIS menyerang perkampungan etnis Yazidi dan menculik warga perempuan dan dibawa ke kawasan yang mereka kontrol seperti distrik Sinjar di Deir Az Zor, yang terletak di Suriah bagian timur. Mereka juga mengeksekusi 19 perempuan di Mosul karena menolak utk dieksploitasi secara seksual.

    ISIL atau ISIS juga merekrut anak-anak dan remaja dibawah usia 18 tahun. Jika mereka menolak berperang, milisi ISIS akan mengeksekusinya seperti terjadi di distrik Hamdaniya pada Mei 2015. Juga 18 remaja dieksekusi karena lari dari pertempuan di Provinsi Anbar, Irak.

    1. Pemimpin

    ISIS atau ISIL dipimpin oleh orang bernama Abu Bakar al-Baghdadi, yang pernah ditahan beberapa bulan di Kamp Bucca, yang dikelola AS, di Irak bagian selatan. Dia dibebaskan pada 2004. Dia meneruskan posisi Abu Ayyub al-Masri  dan Abu Omar al Baghdadi sebagai pemimpin Al Qaeda di Irak. Kelompok ini sempat menguasai kota Falluja di Irak dan merekrut kelompok Jabhat al-Nusra sebagai pasukannya.

    1. Minyak

    Pasukan ISIS sempat menguasai ladang minyak terbesar di Suriah pada Juli 2014 di Provinsi Homs. Mereka lalu menguasai kawasan Deir Az Zor hingga perbatasan Irak sebelum dikalahkan oleh pasukan Suriah pimpinan Rusia. Satu persatu wilayah ISIS terlepas baik di Irak akibat serangan pasukan pemerintah Irak dan di Suriah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.