Parpol Usung Putri Raja Thailand Jadi Calon PM Terancam Dihukum

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Partai Thai Raksa Chart Preechapol Pongphanic di kuil Ayutthaya di Thailand, Minggu, 10 Februari 2019. [Bangkok Post]

    Ketua Partai Thai Raksa Chart Preechapol Pongphanic di kuil Ayutthaya di Thailand, Minggu, 10 Februari 2019. [Bangkok Post]

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai politik pengusung putri raja Thailand, Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Baranavadi maju sebagai kandidat perdana menteri terancam dilarang ikut pemilu pada 24 Maret 2019.

    Komisi pemilihan Thailand akan menggelar rapat pada hari Senin, 11 Feburiar 2019 untuk memutuskan hukuman terhadap partai Thai Raksa Chart karena memajukan nama putri raja sebagai kandidat perdana menteri, seperti dilansir Deutsche Welle, Minggu, 10 Februari 2019.


    Baca: Pemilu Thailand, Putri Raja Jadi Kandidat Perdana Menteri

    Sebelumnya, raja Maha Vajiralongkorn mengatakan pencalonan kakaknya sebagai kandidat perdana menteri sebagai tidak pantas dan bertentangan dengan konstitusi Thailand yang menyatakan anggota keluarga kerajaan tidak seharusnya maju di pemerintahan.

    Thai Raksa Chart merupakan partai yang setia pada mantan perdana menteri yang tinggal di pengasingan di Inggris, Thaksin Shinawatra dan adiknya, Yingluck Shinawatra.

    pemimpin partai Thai Raksa Chart, Preechapol Pongpanich, memegang dokumen pencalonan Putri Ubolratana Rajakanya sebagai perdana menteri di kantor Komisi Pemilihan Umum Thailand di Bangkok, Thailand, 8 Februari 2019.[REUTERS/Athit Perawongmetha]

    Baca: Partai Pro Militer: Putri Raja Maju PM Langgar UU Pemilu Thailand

    Menurut laporan Bangkok Post, Senin, 11 Februari 2019, Partai Thai Raksa Chart sedang mempertimbangkan pengunduran diri seluruh pengurus ekskutif dari jabatannya untuk memastikan strategi pemilian tetap berjalan.

    Sumber yang dekat dengan partai itu pada hari Minggu mengungkapkan, figur kunci partai mempertimbangkan agar seluruh kandidat anggota parlemen tetap maju dalam pemilu. Dan bersamaan itu partai juga mempersiapkan cara untuk mendapatkan permohonan maaf dari raja aas pencalonan putri Ubolratana sebagai kandidat perdana menteri dalam pemilu 24 Maret 2019.

    Thaksin melalui akun Twitternya mendorong partai Thai Raksa Chart tetap maju dan belajar dari pengalaman masa lalu.

    "Kita belajar dari pengalaman masa lalu namun hidup untuk hari ini dan masa depan. Semangat! Hidup harus terus berjalan!

    Partai pengusung putri raja Thailand sebagai kandidat perdana menteri dalam pemilu 24 Maret mendatang, berafiliasi ke eks partai berkuasa di negara itu, Partai Phue Thai. Partai Thai Raksa Chart mengajukan 175 kandidat untuk memperebutkan 350 kursi di parlemen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.