Penembak Massal Jamaah Masjid Kanada Dihukum Seumur Hidup

Reporter

Editor

Budi Riza

Penembak massal jamaah masjid Islamic Cultural Centre di Quebec City, Quebec, Kanada, Alexandre Bissonnette, 29 tahun, dijatuhi vonis penjara seumur hidup oleh pengadilan pada Jumat, 8 Februari 2019. Medium

TEMPO.COQuebec City – Pengadilan di Quebec City, Kanada, memvonis penembak massal jamaah masjid dengan hukuman seumur hidup.

Baca:

 

Terdakwa, yang bernama Alexandre Bissonnette, 29 tahun, menembak mati enam jamaah masjid Islamic Cultural Centre di Quebec pada 2017, yang sebagiannya dilakukan dengan gaya eksekusi.

Dia menyerbu ke dalam masjid menjelang akhir salat dan menggunakan dua pistol serta menghabiskan 108 butir amunisi untuk menembak jamaah. Ini membuatnya baru bisa mendapatkan pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman selama 40 tahun.

Baca:

 

“Lewat kebencian dan rasisme di dalam diri, Anda telah menghancurkan kehidupan banyak orang dan merusak hidup Anda sendiri dan keluarga Anda,” kata Francois Huot, hakim di pengadilan Superior Court Justice, seperti dilansir Montreal Gazette pada Jumat, 8 Februari 2019 waktu setempat.

Hakim Huot mengatakan dia mengenakan hukuman ini sebagai contoh agar orang - orang yang memiliki pandangan sektarian seperti Bissonnette merasa takut mengikuti jejak terdakwa.

“Sikap intoleran dan rasisme meruntuhkan jalinan sosial. Menjadi tugas dari pengadilan untuk menekan kondisi ini dengan kuat saat kondisi ini mewujud menjadi tindakan kriminal,” kata Huot.

Baca:

 

Bissonnette mengaku bersalah pada 2018 untuk enam dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan enam dakwaan percobaan pembunuhan atas serangan yang dilakukannya itu.

Reuters melansir Jaksa sebenarnya mengajukan tuntutan hukuman terberat kepada Bissonette atau selama 150 tahun. Menurut Montreal Gazette hukuman terberat adalah enam kali penjara seumur hidup.

Ini berarti Bissonnette terkena hingga 150 tahun hukuman penjara. Ini sekaligus menghapus kemungkinan terdakwa meninggalkan penjara dalam keadaan hidup.

Baca:

 

Mengenai vonis pengadilan itu, Boufeldja Benabdallah, yang merupakan presiden dari masjid Islamic Cultural Centre, mengaku merasa kecewa.

“Bukan rasa marah yang kami alami saat ini. Tapi rasa kecewa,” kata Benabdallah kepada media.

Hakim Huot membacakan vonis pengadilan selama enam jam dengan dokumen setebal 246 halaman. Menurut Huot, Bissonnette termotivasi kebencian terhadap imigran Muslim sehingga melakukan kejahatan kebencian pada 29 Januari 2017.

“Tanggal itu akan selamanya tertulis dalam darah di kota ini, provinsi ini, dan negara ini,” kata Huot.

Saat ini, Huot telah menjalani masa tahanan selama 2 tahun. Dia bisa mengajukan pembebasan bersyarat saat berusia 67 tahun. Ini bisa terjadi dengan syarat dia bisa meyakinkan dewan pembebasan bersyarat bahwa dia tidak lagi menjadi ancaman keamanan bagi publik.

Berikut ini adalah enam korban tewas penembakan massal oleh Alexndre Bissonnette yaitu Atas dari kiri: Azzeddine Soufiane; Khaled Belkacemi; Aboubaker Thabti. Bawah dari kiri: Abdelkrim Hassane; Mamadou Tanou Barry; Ibrahima Barry. Postmedia Wire

Saat Huot membacakan vonis hukuman dan mendeskripsikan secara detil cara Bissonnette mengeksekusi satu per satu korbannya dengan cara profesional dan penuh kebencian, sejumlah pengunjung perempuan di persidangan terlihat menangis. Dua orang diantaranya meninggalkan ruang sidang.

PM Justin Trudeau menyebut serangan Bissonnette sebagai serangan teroris.

Dalam persidangan sebelumnya, Bissonnette telah meminta maaf kepada keluarga korban. Dia mengaku kepada pengadilan bahwa,”Saya bukan teroris dan bukan seorang Islamofobia.”

Namun, menurut hakim Huot, penembak massal pernah mempertimbangkan untuk menyerang target-target lain seperti feminis, pusat perbelanjaan dan bandara. Hakim juga mengutip pernyataan Bissonnette kepada seorang petugas sosial di penjara pada September 2017. Saat itu, terdakwa mengekspresikan semangat kejayaan dalam penembakan jamaah masjid dan merasa menyesal tidak menembak lebih banyak.






Volkswagen Recall 663 VW Atlas dan Atlas Cross Sport, Rem Mobil Bermasalah

11 jam lalu

Volkswagen Recall 663 VW Atlas dan Atlas Cross Sport, Rem Mobil Bermasalah

Volkswagen melakukan recall 326 VW Atlas yang dibuat pada 1-15 September 2022 dan 206 VW Atlas Cross Sports buatan 2-15 September 2022 di AS.


Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

5 hari lalu

Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

Pemerintah Prancis mengumumkan akan menutup masjid karena menganggap imamnya radikal,


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

5 hari lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Pejuang Wakaf Masjid Minta Perlindungan Jokowi dan PDIP Ingatkan Anies Soal Firaun Jadi Top 3 Metro

6 hari lalu

Pejuang Wakaf Masjid Minta Perlindungan Jokowi dan PDIP Ingatkan Anies Soal Firaun Jadi Top 3 Metro

Pejuang masjid wakaf Kebon Sirih, Tomy Tampatty, mengirimkan surat ke Jokowi untuk meminta perlindungan.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

7 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

7 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Terancam Penjara Perjuangkan Wakaf Masjid Kebon Sirih, Ketua RW Minta Perlindungan Jokowi

7 hari lalu

Terancam Penjara Perjuangkan Wakaf Masjid Kebon Sirih, Ketua RW Minta Perlindungan Jokowi

Tomy Tampatty Ketua RW 06 06, Kelurahan Kebon Sirih mengirimkan surat ke Presiden Jokowi karena terancam penjara perjuangkan Masjid Kebon Sirih.


KJRI Toronto Promosi Kuliner dan Seni Budaya Indonesia ke Warga Kanada

8 hari lalu

KJRI Toronto Promosi Kuliner dan Seni Budaya Indonesia ke Warga Kanada

KJRI Toronto menyelenggarakan Indonesia Food Festival di Yonge and Dundas Square pada 24 September 2022 untuk promosi budaya dan kuliner nusantara


Badai Fiona Mengoyak Wilayah Timur Kanada

9 hari lalu

Badai Fiona Mengoyak Wilayah Timur Kanada

Badai Fiona yang berupa angin kencang, yang menumbangkan sejumlah sejumlah pohon dan tiang listrik hingga memaksa evakuasi warga.


Kanada Bersiap Menghadapi Amukan Badai Fiona

10 hari lalu

Kanada Bersiap Menghadapi Amukan Badai Fiona

Kanada Timur pada Sabtu bersiap menghadapi salah satu badai paling parah dalam sejarah negara itu ketika Badai Fiona meluncur ke arah Nova Scotia.