Maduro Tolak Bantuan Kemanusiaan dari Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bantuan kemanusiaan tiba di daerah Cucuta, Kolombia, untuk diberikan kepada rakyat Venezuela. Newsbeezer.com

    Bantuan kemanusiaan tiba di daerah Cucuta, Kolombia, untuk diberikan kepada rakyat Venezuela. Newsbeezer.com

    TEMPO.COCaracas – Pemerintah Venezuela pimpinan Presiden Nicolas Maduro mengatakan pemerintah Amerika Serikat seharusnya mendistribusikan bantuan di Kolombia, yang menjadi lokasi pengumpulan bantuan saat ini.

    Baca:

    Amerika Lobi Militer Venezuela agar Membelot dari Maduro

     

    Pada saat yang sama, oposisi Venezuela memperingatkan sikap pemerintah memblokir bantuan kemanusiaan berupa obat dan makanan, yang dibutuhkan masyarakat, merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Presiden Nicolas Maduro mengolok-olok bantuan AS yang dinilai berjumlah kecil namun mengenakan sanksi terhadap aset Venezuela di luar negeri, yang jumlahnya mencapai sekitar US$10 miliar atau sekitar Rp140 triliun.

    Maduro mengatakan ini sehari setelah bantuan AS tiba di daerah Cucuta, Kolombia, yang berbatasan dengan Venezuela.

    Baca:

    “Ambil semua bantuan kemanusiaan itu dan berikan kepada rakyat Cucuta, yang sangat membutuhkannya,” kata Maduro dalam jumpa pers pada Sabtu, 9 Februari 2019. “Ini permainan yang mengerikan, Anda lihat? Mereka mencekik leher kami lalu membuat kami mengemis remah-remah.”

    Maduro melanjutkan,”Mereka menawarkan kami kertas toilet seperti (Presiden AS) Donald Trump lempar ke rakyat Puerto Rico,” kata pemimpin sosialis berusia 56 tahun ini.

    Baca:

    Dia menyebut proses distribusi bantuan oleh Trump ke wilayah Puerto Rico setelah dilanda badai pada 2018. Saat itu, Trump sempat melemparkan sejumlah kertas toilet kepada warga penerima bantuan.

    Saat jumpa pers Maduro berlangsung, listrik sempat padam dan terjadi gangguan teknis.

    Krisis ekonomi di Venezuela memicu terjadinya krisis politik. Pemimpin oposisi Juan Guaido, yang juga Presiden Majelis Nasional, mendeklarasikan diri sebagai Presiden interim Venezuela menggantikan Maduro sekitar tiga pekan lalu di ibu kota Caracas. Guaido berjanji segera menggelar pemilu yang bebas dan adil.

    Baca:

     
     

    Guaido menuding Maduro terpilih kembali untuk periode kedua lewat pemilu Presiden yang penuh kecurangan. Dia meminta pemilu ulang. Sekitar 40 negara termasuk AS, Uni Eropa dan Amerika Latin mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela.

    Nicolas Maduro (kiri), Donald Trump (tengah), Juan Guaido (kanan)

    “Saya ingin melihat berapa banyak pejabat militer bersedia melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan melarang penyelamatan nyawa yang terancam. Sekitar 250 – 300 ribu orang berisiko meninggal jika mereka tiak mendapat bantuan segera,” kata Guaido dalam pertemuan dengan mahasiswa.

    Baca:

     
     

    Sejumlah petugas bekerja di gudang di Cucuta untuk mengatur tumpukan makanan dan produk kebersihan. Dubes AS untuk Kolombia, Kevin Whitaker, hadir di lokasi. Dia meminta militer membantu pengiriman bantuan kemanusiaan ini.

    Organisasi kemanusiaan memperingatkan agar tidak ada upaya memaksakan pengiriman bantuan kemanusiaan ini ke Venezuela karena bisa berbahaya. Pejabat AS mengatakan tidak berniat melakukan ini. Palang Merah mendesak Venezuela tidak mempolitisasi pengiriman bantuan ini tanpa menyebutkan bagaimana cara pengiriman bantuan itu akan dilakukan.

    Pada saat sama, kapal angkatan laut Venezuela tiba di Kuba untuk membantu pemulihan Havana, yang terkena badai pada Januari 2019. Kapal ini dikirim Maduro. Kuba merupakan satu dari beberapa negara yang masih mendukung rezim Maduro selain Meksiko, Cina, Rusia dan Turki.

    Secara terpisah, Guaido mengatakan akan melakukan apapun terkait krisis di Venezuela saat ditanya apakah akan mendukung intervensi militer asing. “Ini jelas topi yang sangat kontroversial tapi menggunakan kedaulatan kami dan dalam yurisdiksi, kami akan melakukan apa yang diperlukan,” kata dia seperti dilansir Channel News Asia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.