Partai Pro Militer: Putri Raja Maju PM Langgar UU Pemilu Thailand

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Ubolratana Rajakanya.[Straits Times]

    Putri Ubolratana Rajakanya.[Straits Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin partai pro militer di Thailand mengatakan pencalonan Putri Ubolratana Rajakanya sebagai kandidat perdana menteri dapat melanggar undang-undang pemilu Thailand.

    Dikutip dari Reuters, 9 Februari 2019, Paiboon Nititawan, pemimpin Partai Reformasi Rakyat, menyerahkan surat kepada Komisi Pemilihan yang menyerukannya untuk memutuskan apakah akan membatalkan pencalonan Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi.

    Baca: Pemilu Thailand, Putri Raja Jadi Kandidat Perdana Menteri

    Dia mengatakan pencalonan itu dapat melanggar hukum yang mencegah partai politik menggunakan monarki untuk berkampanye.

    Ubolratana melepaskan gelar kerajaannya pada tahun 1972 setelah menikah dengan sesama mahasiswa Amerika, tetapi dia masih diperlakukan oleh para pejabat dan publik Thailand sebagai anggota keluarga kerajaan.

    Komisi Pemilihan Umum diharuskan menyetujui atau menolak semua kandidat paling lambat Jumat depan.

    Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun membawa jubah safron untuk biksu Buddha dalam upacara tahunan Kathin di Wat Debsirindrawas, Bangkok, Thailand, 16 Oktober 2017. Bureau of the Royal Household via AP

    Sementara adiknya, Raja Thailand Maha Vajiralongkorn pada hari Jumat menentang upaya kakak perempuannya untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri pada bulan Maret, menyebut pencalonannya untuk partai oposisi populis "tidak pantas" dan tidak konstitusional.

    Thailand telah menjadi monarki konstitusional sejak 1932, tetapi keluarga kerajaan memiliki pengaruh besar bagi rakyat Thailand.

    Baca: Putri Ubolratana Rajakanya, Alumni MIT dan Menikahi Pria AS

    "Keterlibatan anggota keluarga kerajaan yang berpangkat tinggi dalam politik, dengan cara apa pun, adalah tindakan yang bertentangan dengan tradisi, adat, dan budaya Thailand, dan karenanya dianggap sangat tidak pantas," kata raja dalam sebuah pernyataan.

    Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi, 67 tahun, mengejutkan publik Thailand ketika dia mengumumkan pada hari Jumat akan menjadi calon perdana menteri tunggal untuk partai pro mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, dalam pemilu Thailand Maret nanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Efek Pemilu 2019 terhadap Ekonomi Indonesia

    Pemilihan umum menjadi perhatian serius bagi para investor di pasar saham dan pasar uang. Bagaimana mereka merespon gelaran pesta demokrasi 2019?