Survei: 85 Persen Warga Berpandangan Negatif Hubungan Jerman - AS

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemimpin negara G7 seperti Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan Presiden AS, Donald Trump, terlihat berkumpul di sela-sela KTT yang digelar di Quebec, Canada, pada 9 Juni 2018. Jesco Denzel-EPA-EFE/Shutterstock

    Sejumlah pemimpin negara G7 seperti Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan Presiden AS, Donald Trump, terlihat berkumpul di sela-sela KTT yang digelar di Quebec, Canada, pada 9 Juni 2018. Jesco Denzel-EPA-EFE/Shutterstock

    TEMPO.COBerlin – Sekitar 85 persen warga Jerman berpandangan negatif atau sangat negatif mengenai hubungan Amerika Serikat – Jerman. Mayoritas menginginkan hubungan kedua negara merenggang.

    Baca:

     

    Ini terungkap dalam survei yang mencoba mengukur persepsi masyarakat mengenai hubungan transatlantik dua negara.

    Namun, sekitar 40 persen warga yang mengikuti jajak pendapat justru memandang Cina merupakan mitra yang lebih baik dibandingkan AS bagi Jerman.

    Survei ini melibatkan sekitar 5000 orang dan dilakukan oleh Atlantik-Bruecke and Civey Institute pada November dan Desember 2018.

    Baca:

     

    “Hubungan antara AS dan Jerman menegang sejak pilpres 2016 saat Presiden Donald Trump mengkritik Jerman berulang kali soal beberapa hal,” begitu dilansir Reuters pada Jumat, 8 Februari 2019 waktu setempat.

    Sejak dua tahun terakhir, Trump kerap mengkritik Jerman mengenai praktek dagang, yang dianggap menguntungkan pabrik otomotif Jerman. Trump juga menyesalkan pengeluaran biaya pertahanan Jerman untuk NATO, yang dinilai jauh di bawah AS.

    Trump juga menyoal partisipasinya Jerman dalam pembangunan pipa gas Nord Stream 2 yang dipimpin Rusia. Jerman membeli banyak gas dari Jerman untuk menghidupkan industrinya.

    Baca:

     

    Michael Werz, yang merupakan senior fellow di lembaga American Progress yang berbasis di AS dan menjadi anggota eksekutif dari Atlantik-Bruecke, mendesak warga Jerman agar keprihatinan mengenai Trump tidak berubah menjadi semangat anti-Amerika.

    Deputi Ketua Atlantik-Bruecke, Burkhard Schwenker,  mengatakan jajak pendapat itu menunjukkan perlunya kedua negara sekutu ini menggandakan upaya dialog pada semua level.

    Survei itu menunjukkan 57.6 persen warga Jerman menginginkan hubungan dengan AS semakin jauh. Sedangkan 42.3 menilai Cina merupakan mitra yang lebih baik.

    Baca:

     

    Sekitar sepertiga responden mengatakan mereka melihat idelogi sayap kanan dan proteksionisme sebagai penyebab paling berbahaya sehingga bisa memicu terjadinya krisis global. Hanya 1.9 persen khawatir mengenai Rusia, dan 2.2 persen khawatir mengenai pengaruh Cina yang tumbuh.

    Baru-baru ini, seperti dilansir Xinhua, Jerman dan Cina memperat hubungan ekonomi kedua negara dengan menjalin kesepakatan dalam bidang perbankan, keuangan dan pasar modal. Ada 34 kesepahaman yang diteken dari dialog yang digelar. Ini termasuk sinergi Proyek Jalur Sutra Baru Cina dan proyek infrastruktur Eropa.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.