Beda dengan Trump, Merkel Sebut ISIS Belum Dikalahkan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Prancis Macron terlihat sedang mengobrol ringan dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada peringatan Perang Dunia I, yang berakhir seratus tahun lalu, di Monumen Kemenangan atau Arc de Triomphe di ibu kota Paris pada Ahad, 11 Novemver 2018.

    Presiden Prancis Macron terlihat sedang mengobrol ringan dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, pada peringatan Perang Dunia I, yang berakhir seratus tahun lalu, di Monumen Kemenangan atau Arc de Triomphe di ibu kota Paris pada Ahad, 11 Novemver 2018.

    TEMPO.COBerlin – Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan pendapat berbeda dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal kelompok teroris ISIS.

    Baca:

     

    Menurut Merkel, kelompok ISIS masih jauh dari kekalahan dan sekarang berubah melakukan perang asimetris setelah kehilangan nyaris seluruh wilayahnya di Suriah.

    Pernyataan Merkel ini menanggapi pernyataan Trump pada Desember yang mengatakan AS telah menang melawan ISIS di Suriah sehingga akan menarik pasukan dari sana.

    Baca:

     

    Trump juga mengatakan dalam pertemuan dengan sekitar 70 perwakilan berbagai negara di Washington DC pada pekan ini bahwa dia akan mengumumkan kekalahan ISIS secara resmi pada pekan depan.

    “Kelompok yang disebut Islamic State telah berhasil diusir keluar dari wilayahnya tapi ini sayangnya tidak berarti kelompok Islamic State ini telah menghilang,” kata Merkel pada saat peresmian markas lembaga intelijen luar negeri Jerman yaitu BND di Berlin seperti dilansir Reuters pada Jumat, 8 Februari 2019.

    Merkel mengatakan,”Kelompok ISIS telah bertransformasi menjadi pasukan tempur asimetris. Dan ini tentu sebuah ancaman.”

    Baca:

     

    Menurut Merkel, BND bertugas memonitor peristiwa di Suriah selain melacak ancaman siber dan berita bohong, yang sengaja disebar untuk mempengaruhi pemilu demokratis.

    Pada Rabu, Trump mengatakan dia bakal membuat pengumuman resmi pada pekan depan bahwa pasukan koalisi yang bertempur melawan militan ISIS telah menguasai semua wilayah yang sebelumnya dikuasai kelompok teroris itu.

    Pejuang Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) berlari saat melintasi sebuah jalan ketika bertempur dengan militan ISIS di Raqqa, Suriah, 3 Juli 2017. REUTERS/ Goran Tomasevic/File Photo

    Trump berencana untuk menarik pasukan AS dari Suriah pada April 2019. Rencana ini membuat sekutu di Eropa merasa khawatir kelompok ISIS bakal muncul lagi di Suriah karena tidak adanya rencana perdamaian kredibel untuk mengakhiri perang sipil yang berlangsung sejak 2011 itu.

    Baca:

     

    “Saat ini, kita masih jauh dari perdamaian di Suriah,” kata Merkel, yang disukai oleh banyak warga Suriah yang mengungsi ke Jerman selama ini. Ada sekitar 550 ribu warga Suriah berlindung di Jerman setelah Merkel membuka pintu perbatasan negara itu untuk sekitar satu juga pencari suaka.

    Secara terpisah, seperti dilansir Aljazeera, Komandan tertinggi militer Amerika Serikat di Timur Tengah, Jenderal Joseph Votel, mengatakan dia tidak dimintai pendapat oleh Presiden Donald Trump sebelum pengumuman penarikan pasukan dari Suriah.

    “Tidak ada konsultasi dengan saya,” kata Votel, yang merupakan komandan Komando Pusat AS di Timur Tengah dalam rapat dengan Senat seperti dilansir Aljazeera pada Selasa, 5 Februari 2019.

    Baca:

     

    Votel mengatakan kelompok ISIS sekarang menguasai 52 kilometer persegi dari sebelumnya 88 ribu kilometer persegi wilayah di Suriah. Menurut dia, misi untuk terus memerangi ISIS akan terus berjalan meskipun kekuatan kelompok ini terus melemah.

    Saat ini, jumlah pasukan ISIS hanya sekitar 1000 – 1500 orang, yang berkeliaran di kawasan selatan di Lembah Sungai Eufrat dan berbatasan dengan Irak. Mayoritas ISIS telah menyebar dan menghilang.

    Mengenai markas BND di Berlin tadi, kantor itu bakal menampung  sekitar 4000 pekerja yang harus pindah dari lokasi sebelumnya di dekat Munich. Gedung ini berukuran besar dan terletak di distrik Mitte, yang merupakan kawasan Berlin pusat, Jerman. Pembangunan gedung ini butuh 10 tahun dengan biaya lebih dari 1.4 miliar euro atau sekitar Rp22 triliun. Luas lahan gedung ini mencapai 10 hektar dengan luas lahan kantor sekitar 260 ribu meter per segi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sandiaga Uno Alami Cegukan Saat Quick Count Pilpres 2019

    Dilansir Antara, Sandiaga Uno tak tampil di publik usai pelaksanaan Pilpres 2019 karena kabarnya ia cegukan. Beginilah proses terjadinya cegukan.